Laporkan Masalah

PENENTUAN MEAN SEA LEVEL DAN CHART DATUM DI SELAT GILI GEDE BERDASARKAN HASIL ANALISIS HARMONIK UNTUK KEPERLUAN REKAYASA

IQROMATUL FADLIYAH, Dr. Bilal Ma'ruf, S.T., M.T.

2017 | Skripsi | S1 TEKNIK GEODESI

Pengamatan pasut dalam survei rekayasa laut merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan. Pengamatan pasut ini dibutuhkan untuk mendapatkan konstanta harmonik pasut yang digunakan dalam penentuan nilai MSL dan chart datum. Nilai MSL dan chart datum hasil analisis data pasut sangat mempengaruhi hasil survei untuk keperluan rekayasa laut, terutama dalam penentuan nilai kedalaman pada survei batimetri. Periode pengamatan pasut yang umum digunakan untuk keperluan rekayasa yaitu selama 15 atau 29 piantan. Namun, berdasarkan standar nasional yang berlaku di Indonesia pengamatan ini mininal dilakukan selama 29 hari. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan hasil analisis harmonik untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan pada nilai konstanta harmonik pasut, MSL dan chart datum hasil perhitungan berdasarkan data pasut selama 15 piantan dengan data pasut selama 29 piantan. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data pasut hasil pengamatan pada tanggal 29 September sampai 29 Oktober tahun 2015 di Selat Gili Gede . Lokasi pengamatan terletak di koordinat Easting = 382733,5 m, Northing = 9031260,7 m pada sistem proyeksi UTM zone 50 S. Data diambil pada selang waktu setiap satu jam untuk mendapatkan interval perekaman yang seragam. Data hasil pencuplikan kemudian dikelompokkan menjadi kelompok data 29 piantan (satu kelompok data) dan kelompok data 15 piantan (tiga kelompok data). Analisis dilakukan terhadap masing-masing kelompok data untuk mendapatkan konstanta harmonik pasut menggunakan metode kuadrat terkecil. Perhitungan kuadrat terkecil dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Matlab. Hasil dari analisis harmonik tersebut kemudian digunakan untuk menentukan nilai MSL dan chart datum. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 17 konstanta harmonik pasut yang diperoleh berdasarkan data 15 piantan pada semua kelompok data menggunakan program t_tide tidak berbeda secara signifikan terhadap konstanta harmonik pasut yang diperoleh berdasarkan data 29 piantan. Nilai MSL yang diperoleh dari hasil analisis harmonik pasut untuk kelompok data 15 piantan pertama, kedua dan ketiga berturut-turut yaitu 2,24 m, 2,25 m dan 2,24 m. Nilai chart datum yang diperoleh dari hasil perhitungan menggunakan persamaan dari IHO untuk kelompok data 15 piantan pertama, kedua dan ketiga berturut-turut yaitu 1,27 m, 1,20 m dan 1,26 m. Selisih nilai MSL hasil analisis harmonik berdasarkan data pengamatan selama 29 piantan dan 15 piantan rata-rata sebesar 1 cm. Selisih nilai chart datum hasil analisis harmonik berdasarkan data pengamatan selama 29 piantan dan 15 piantan rata-rata 15,31 cm. Berdasarkan hasil penelitian, periode pengamatan pasut selama 15 piantan untuk keperluan rekayasa dapat diterapkan di Selat Gili Gede.

Tidal observations in marine engineering survey is one of the main activities that should be done. This observations are needed to get harmonic tidal constituents that used for determining mean sea level (MSL) and chart datum value. MSL and chart datum value greatly influence the result of this survey, primarily for determination of depth in bathymetric survey. Tidal observation period used for engineering purposes, commonly conducted for 15 or 29 piantan. However, based on the national standards applicable in Indonesia this observation mininal conducted for 29 days. This research is examined the comparison of tidal analysis to determine whether there is a significant difference in the value of the harmonic constants, MSL and chart datum based on tidal data that conducted for 15 piantan and 29 piantan. This research use tidal observations data that conducted on September, 29th until October 29th on 2015 in the Strait of Gili Gede. This observation were located at Easting = 382733,5 m, Northing = 9031260,7 m on UTM reference system zone 50 S. The data is taken at an interval of one hour to obtain a uniform interval record. Sampling data is divided into a 29 piantan group data and 15 piantan groups data (consist of 3 group data). Analysis is performed on each group data to obtain the harmonic tidal constituents using the least squares method. The least squares calculation is done using Matlab software. The results of harmonic analysis is used to determine the MSL and chart datum value. The results of this research shows that 17 of tidal harmonic constants obtained from 15 piantan of tidal data using t_tide program does not differ significantly against the tidal harmonic constants obtained from 29 piantan of tidal data. MSL value obtained from the tidal harmonic analysis for first, second and third of 15 piantan of tidal data, respectively are 2,24 m, 2,25 m and 2,24 m. Chart datum value obtained from the calculations using the equations from IHO for first, second and third of 15 piantan of tidal data, respectively are 1,27 m, 1,20 m and 1,26 m. The average of difference value of MSL from harmonic analysis results based on 29 piantan and 15 piantan of tidal data is 1 cm. The average of difference value of chart datum from harmonic analysis results based on 29 piantan and 15 piantan of tidal data is 15,31 cm. Based on the results of this research, tidal observation period that conducted for 15 piantan can be applied for engineering purposes in the Strait of Gili Gede.

Kata Kunci : analisis harmonik, pasang surut, mean sea level, chart datum


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.