Laporkan Masalah

Pemberian Dan Pelaksanaan Asimilasi Bagi Narapidana Di Kampung Asimilasi Gandul

PRIAJI PUTYANGGITA, Sigid Riyanto, S.H., M.Si.

2016 | Skripsi | S1 ILMU HUKUM

Pembaharuan pidana penjara berdasarkan sistem pemasyarakatan salah satunya dengan memberikan kesempatan narapidana untuk menjalankan tahap asimilasi. Kampung Asimilasi Gandul merupakan salah satu tempat pembinaan narapidana yang telah memasuki tahap asimilasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemberian dan pelaksanaan asimilasi di Kampung Asimilasi Gandul. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris dengan melakukan wawancara kepada petugasdan Warga Binaan Pemasyarakatan serta pengamatan secara langsung setelah melakukan studi kepustakaan guna mengetahui pemberian dan pelaksanaan asimilasidi Kampung Asimilasi Gandul. Prosedur pemberian asimilasi yang berlarut-larut dan minimnya peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai pedoman pelaksanan asimilasi membuat cita-cita pelaksanaan asimilasi sulit untuk dicapai. Disamping itu, minimnya waktu yang diberikan kepada narapidana untuk melaksanakan asimilasi membuat setiap program pembinaan tidak dapat diselesaikan dengan baik. Pemerintah perlu membuat payung hukum tentang pembinaan narapidana dalam tahap asimilasi agar ketrampilan dan bekal bagi narapidana dapat digunakan secara optimal untuk kembali ke tengah masyarakat. Kreatifitas petugas dalam membuat program pembinaan yang berkesinambungan dan sesuai dengan karakter masing-masing narapidana juga merupakan hal yang mutlak diperlukan dalam rangkaian proses pembinaan di tahap asimilasi.

Renewal of imprisonment by the penal system one of them by giving inmates the chance to run stages of assimilation. Kampung Asimilasi Gandul is one of the coaching place for prisoners who have entered the stage of assimilation. This study aims to determine the procedures for granting and excecution of assimilation in Kampung Asimilasi Gandul. This study uses empirical research by conducting interviews with officers and prisoners as well as direct observation after conducting a literature study to determine the provision and implementation of assimilation in Kampung Assimilation Gandul. Procedures for granting protracted assimilation and lack of legislation regulating the conduct of assimilation guidelines make implementation of the ideals of assimilation difficult to achieve. In addition, the lack of time given to inmates to carry out the assimilation of making any coaching program can not be resolved. Governments need to create an umbrella law for convicts in the development stages of assimilation that skill and provisions for prisoners can be used optimally to get back into the community. Creativity of officers in making the program sustainable development and in accordance with the character of each inmate is also a thing that is absolutely necessary in a series of guidance in the process of assimilation stage.

Kata Kunci : asimilasi/assimilation, sistem pemasyarakatan/the correctional system, Kampung Asimilasi Gandul/Kampung Asimilasi Gandul