STRATEGI REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUKU MOILE DAN SUKU MEYAH DI KABUPATEN MANOKWARI
MERVIN A ASMURUF, Dr. Ir. Ris Hadi Purawanto, M.Agr.Sc; Dr. Ir. Lies Rahayu WF, MP
2017 | Tesis | S2 Ilmu KehutananPemerintah telah melakukan upaya untuk mengurangi laju lahan kritis diantaranya adalah melalui kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Kearifan lokal masyarakat Suku Moile dan Suku Meyah terhadap program rehabilitasi hutan dan lahan di Provinsi Papua Barat perlu dikaji untuk dapat melihat dan mengetahui peran masyarakat setempat dalam pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk; 1). Mengetahui jenis ������¢���¯���¿���½���¯���¿���½ jenis tanaman lokal yang berpotensi untuk digunakan dalam program RHL di Provinsi Papua Barat, 2). Identifikasi kearifan lokal masyarakat Suku Moile dan Suku Meyah di Kabupaten Manokwari yang dapat mendukung program RHL di Kabupaten Manokwari dan 3). Merumuskan strategi RHL berdasarkan kearifan lokal masyarakat Suku Moile dan Suku Meyah di Kabupaten Manokwari. Penelitian ini dilakukan di Kampung Sub Sai Distrik Warmare dan Kampung Lebau Distrik Manokwari Utara Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data yakni observasi lapangan, wawancara dengan teknik Snowball sampling dan penelusuran dokumen. Metode deskriptif dengan analisis Miles dan Huberman digunakan untuk mengidentifikasi kearifan lokal Suku Moile dan Suku Meyah serta untuk merumuskan strategi rehabilitasi hutan dan lahan berdasarkan kearifan lokal masyarakat Suku Moile dan Suku Meyah menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis - jenis tanaman lokal yang berpotensi digunakan dalam kegiatan RHL di Kabupaten Manokwari yakni kayu besi (Intsia bijuga), kayu susu (Astonia sp), kayu matoa (Pometia .sp) dimana kayunya mempunyai kualitas baik untuk digunakan sebagai kayu pertukangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta buah merah (Pandanus conoideus), Gaharu (Aquilaria malaccensis), Mangga (Manggifera indica), Rambutan (Nephelium lappaceum), Durian (Durio Zibethinus) yang buah dan kulitnya dapat dimanfaatkan untuk menambah penghasilan masyarakat. Masyarakat Arfak pada kawasan ini memiliki nilai dan kearifan budaya Igya Ser Hanjob yang artinya berdiri menjaga batas, kawasan hutan yang dimanfaatkan terbagi atas 4 (empat) bagian yakni susti, bahamti, nimahamti dan tumti, dimana Kegiatan RHL seharusnya dilakukan di Susti dan nimahamti karena dapat difungsikan sebagai kawasan penyangga. Rumusan strategi RHL berdasarkan kearifan lokal Suku Moile & Suku Meyah yakni 1). Peningkatan peran serta masyarakat lokal melalui pembentukan kelompok tani hutan dan 2). Peningkatan Produktivitas Hutan melalui RHL & budidaya tanaman Pertanian (Buah-buahan), 3). Peningkatan partisipasi dengan melibatkan masyarakat dalam setiap proses kegiatan RHL
The government has attempted to reduce the critical areas of them are through the rehabilitation of forest and land. The local wisdom of a society moile tribal and tribes against meyah rehabilitation program land and forest in papua province reviewed west need to be able to see and know the role of the local community in the implementation of the rehabilitation of forests and land to welfare society. This research aims to; 1) .Knowing the type of local plants that has the potential to be used in RHL program in the province of west papua, 2). Identification the local wisdom of a tribal society moile and tribe meyah in the district of manokwari that could support RHL program 3). RHL formulate strategy based on the wisdom of the local community tribe moile and tribe meyah in the district of manokwari. The study is done in sub sai vilagge warmare district and lebau vilagge manokwari the northern district manokwari counties provincial west papua. Techniques used in the data is the approach combination method. Data collection is done through observation field , interviews with snowball sampling techniques and the tracing documents. Descriptive method with an analysis miles and huberman used to identify local knowledge of moile and the meyah and to strategies rehabilitation of forest and land based on local knowledge society and the tribe moile meyah using SWOT analysis. The results showed that the local - crop potentially used RHL in the district manokwari intsia bijuga asltonia sp, pometia .sp, where its have good quality for use as timber carpentry having high as well as economic value and Pandanus conoideus, Aquilaria malaccensis, Manggifera indica, Nephelium lappaceum, Durio Zibethinus which fruit and the skin can be utilized to add community incomes. The community arfak in this area has a value and culture igya wisdom similar hanjob which means keeping the limit stood, forest areas being utilized divided over 4 (four) : susti, bahamti, nimahamti and tumti , where RHL activities should be undertaken in susti and nimahamti because it can function as buffer area. Formulation strategy RHL based on local knowledge of moile & tribal meyah : 1). Improving the role of as well as the local through the establishment of the farmers to woods and 2). Increased productivity forest through RHL & the cultivation of plants agriculture ( fruits) 3). Increased participation by involving the community in every process activity forest and land rehabilitation.
Kata Kunci : Local Knowledge , Rehabilitation Of Forest And Land , The Moile And The Meyah