SIASAT SANTRI TERHADAP TATA TERTIB DASAR SANTRI DI DALAM PONDOK PESANTREN MODERN ISLAM ASSALAAM SURAKARTA
AHMAD GHIFARI S, Agus Indiyanto, M.Si.
2017 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYAPesantren adalah suatu lembaga keagamaan yang mengajarkan, mengembangkan dan menyebarkan ilmu agama Islam. Pondok Pesantren di Indonesia secara umum terbagi menjadi dua tipe yakni Pondok Modern dan Pondok Tradisional. Salah satu pondok pesantren yang menganut sistem modern adalah Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam. Gambaran santri yang selalu mengenakan sarung dan baju koko atau baju gamis serta sebuah peci yang senantiasa menempel di kepala para santri nampaknya tidak banyak kita jumpai jika kita melihat kondisi Pondok Assalaam. Santrinya banyak yang menggunakan kaos dengan merek ternama dengan celana yang sudah dijahit dengan model masa kini. Karena santri Pondok Assalaam memiliki ciri yang berbeda dengan santri pondok tradisional pada umumnya membuat hal tersebut menarik untuk ditinjau lebih dalam lagi. Menariknya lagi adalah walau mereka menjadi santri di pondok modern, namun selama mereka tinggal di dalam Pondok Assalaam maka TIBSAR tetap berlaku tanpa terkecuali. Oleh sebab itu mereka akan mengembangkan cara untuk beradaptasi serta bersiasat terhadap aturan yang sudah mengikat mereka sejak pertama kali datang ke Pondok Assalaam tersebut. Selama kurang lebih dua bulan peneliti mengambil data guna mendukung penulisan skripsi. Proses pengambilan data yakni dengan cara observsasi partisipan dan wawanara mendalam dengan para informan yang dirasa mampu memberikan data yang akurat. Pengambilan data dimulai dari bulan Maret hingga April tahun 2016. Pondok Assalaam dipilih karena, peneliti memiliki akses untuk masuk dan mengenal beberapa ustad yang menjadi pengasuh di dalam Pondok Assalaam, kemudian peneliti juga memiliki kenalan dari kalangan santri yang masih mengenyam pendidikan di Pondok Assalaam. Informan yang diwawancarai yakni pimpinan pondok, pengasuh, pengurus santri, dan juga santri yang tinggal di dalam Pondok Assalaam itu sendiri. Hasil yang saya temukan selama meneliti di Pondok Assalaam adalah keteraturan dan ketaatan para santri terhadap aturan dan pengasuh, dapat dikatakan hanya pada tahap kulit saja. Karena saat dibelakang pengasuh para santri akan bermain-main dengan melanggar aturan yang ada, saya boleh menyamakan fenomena ini dengan permainan polisi-maling pada salah satu permainan tradisional anak-anak. pengasuh akan selalu dan senantiasa menjaga serta mengawasi para santri agar taat dan patuh terhadap TIBSAR. Namun dalam kehidupan santri, mereka akan terus mereproduksi cara-cara yang telah ada untuk mensiasati pelanggaran-pelanggaran di kalangan santri itu sendiri.
ABSTRACT Boarding school is one religious institution which teaches, develops, and spreads out the knowledge of Islam. Boarding schools in Indonesia are divided into two types; modern ones and traditional ones. One of the boarding schools which applied the modern system is Islamic Modern Boarding School of Assalaam. The image of boarding school students who always wear sarong, bajukoko or gamisalong withpeci which is patched on their heads has become uncommon in the environment of Assalaam Boarding School. Most students wear branded t-shirt with updated model of pants. The different characteristics that Assalaam Boarding School have with other traditional boarding schools, makes it interesting to be viewed further. One other interesting fact is that even though they are modern boarding school students, but for as long as they stay inside the school, they have to obey the school regulations, in Assalaam famously known as TIBSAR (Tata TertibSantriAssalaam). For this reason, students will develop a way to adapt and a reproduce tactical way towards the regulations which has tied them since the first time they come to Assalaam Boarding School. For writing this paper, it took a little bit more than two months to collect the data. The data are collected through direct observation and interviews in depth to informants who are able to give an accurate data. The colleting data started on march until april 2016. Assalaam Boarding School was chosen as the setting for this paper because the writer has easy access to the environment and knew some ustadz(teachers) who are the educators in Assalaam Boarding School. Other than that, the writer also has some friends who are still active students in that school. The informants interviewed were the director, the educators, the student as council and also the students of Assaalam Boarding School. The result shows that the students a obedience and discipline towards the TIBSAR and the educators are temporary. They only show they obey the rules to be seen by the educators because behind them, the students would disobey the rules with anyway they can. This phenomenon could be compared to a one traditional dance when there is police catching a thief. Educators will always be and gladly educate the students to always obey the TIBSAR but in the other hands, the students will always develop and reproduce ways to break the rules.
Kata Kunci : Pondok Assalaam, Santri, Tata Tertib Dasar Santri, Pelanggaran, Siasat Santri