Laporkan Masalah

PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PARA PENGUNDUH SARANG BURUNG WALET: STUDI ETNOGRAFI PERILAKU KESELAMATAN KERJA DI PANTAI KARANGDUWUR KABUPATEN KEBUMEN JAWA TENGAH

EKA DENIS MACHFUTRA, Dr. Atik Triratnawati, M.A. ; Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang. Bekerja pada ketinggian merupakan kerja yang berisiko besar akan terjadinya kecelakaan kerja dan injury. Meskipun begitu, kecelakaan kerja tersebut dapat diminimalisasi dengan adanya alat pelindung diri (APD). Di Kebumen, terdapat salah satu jenis pekerjaan yang unik. Pekerjaan tersebut adalah pengunduhan sarang burung walet. Proses pengunduhan sarang burung walet dilakukan oleh para pengunduh secara tradisional dengan melewati tebing pantai karang dan caving di gua. Pada proses pengunduhan sarang tersebut, para pengunduh berani melakukan pengunduhan tanpa dilengkapi oleh alat pelindung diri (APD) yang memadai. Perilaku pengunduhan tersebut berisiko terjadinya injury atau kecelakaan kerja baik terpeleset, tersandung, maupun jatuh. Semua kejadian injury tersebut berpotensi menghasilkan kecacatan bahkan kematian. Tujuan Penelitian. Mengkaji perilaku penggunaan APD yang digunakan oleh para pengunduh pada pengunduhan sarang burung walet. Metode. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi, peneliti secara partisipatif mengamati perilaku para pengunduh sarang burung walet. Sampel dipilih secara purposif terhadap para pengunduh sarang burung walet. Data primer didapatkan menggunakan wawancara mendalam dari satu orang ke orang yang lain sampai data jenuh. Selain itu, peneliti juga melakukan observasi lapangan untuk mendapatkan potret gambaran tentang lokasi penelitian, kehidupan masyarakat, pekerjaan sehari-hari dan proses pengunduhan, mulai dari persiapan hingga selesai. Data sekunder penunjang dipilih untuk melengkapi informasi, data sekunder ini dikumpulkan melalui penelusuran dokumen tentang pengunduhan sarang burung walet. Penelitian dilaksanakan pada rentang bulan antara Agustus - Oktober 2016 dengan instrumen pedoman wawancara, lembar observasi, dokumentasi dan dokumen. Hasil. Perilaku pengunduh dalam menggunakan APD standar masih jauh dari kenyataan. Pengunduh cenderung menggunakan APD tradisional mereka karena jika menggunakan terlalu banyak pelindung akan menjadikan kendala dalam proses pengunduhan atau ribet. Pengunduh sudah terbiasa sehingga pengunduh merasa APD standar dirasa tidak diperlukan lagi. Selain itu, keterbatasan dana mempengaruhi pengunduh untuk tidak menggunakan APD standar. Namun, pengunduh tetap berusaha saling menjaga agar tidak ada yang mengalami cedera atau terjadi kecelakaan saat mengunduh. Pengunduh memiliki keyakinan bahwa Tuhan yang akan menolong mereka saat pengunduhan. Pengunduh juga tetap menjalankan tradisi ritual sebelum dan sesudah pengunduhan. Namun, beberapa percaya ritual berpengaruh terhadap keselamatan. Perilaku menggunakan APD para pengunduh dan teknik pengunduhan pernah diajarkan sebelumnya, meskipun tidak sebanyak APD standar pemerintah. Pengunduh memperoleh perilaku pengunduhan beserta keselamatannya dari proses belajar atau observational learning. Perilaku penggunaan APD para pengunduh sangat dipengaruhi oleh faktor interaksi antar individu terhadap lingkungan dan sebaliknya.

Introduction. Working at height is a work that has potency to the high risk occupational accidents and injuries. However, those can be minimized by safety equipment. In Kebumen, there is one kind of unique job. This job is called Edible Bird Nest (EBN) harvest. The process is traditionally conducted by using ladders and ropes to get into cave of the beach. During the process, the harvesters wear less numbers of safety equipments. This behaviour contributes injuries or occupational accidents such as: slipping, tripping and falling from height. All of these injuries can cause handicap and death. Objective. To identify the behaviour of Edible Bird Nest (EBN) harvesters in utilizing safety equipment during the EBN harvest. Method. This study was qualitative with ethnography approach. The researcher observed participatory to the behaviour of EBN harvesters. The sample was selected purposively towards the harvesters. Primary data were gained by conducting in-depth interviews from one to another person to get saturated data. Moreover, the researcher also conducted participatory observation to capture the location, society's life, the harvesters jobs, and the process of the harvest from the preparation to the end. Secondary data were used to complete the information. These were submitted through reviewing documents related to Edible Bird Nest harvest. This research was conducted from August to October 2016 with instruments such as: interview guidelines, observation sheet, documentations and documents. Findings. The harvesters behaviours in using standard safety equipment were still limited. The harvesters tend to use their traditional safety equipment. This occurred as the parts of standard safety equipment became an obstacle to the process of the harvest so that they felt that the standard one was no longer needed. Limited budget to complete their safety equipment was the reason why they kept using the traditional ones. Nevertheless, they kept noticing each other so that no one harmed or get injured while harvesting the EBN. The harvesters have strong belief in God whom will help them during the process of the harvest. However, they still keep their tradition to hold the old rituals before and after the harvest. Some of them believe the rituals affect to the safety. The behaviour of using safety equipment as well as harvesting techniques had been taught before they work as the harvesters. Even though, the numbers of equipment were not as many as the standard ones. Thus, their behaviour in using safety equipment was influenced by observational learning. Furthermore, their behaviour also built by the interactions between individual and environment, and vice versa.

Kata Kunci : perilaku keselamatan kerja, pengunduh sarang burung walet, alat pelindung diri (APD)