Analisis harga pokok produk dengan metode Activity based costing pada Pabrik Spiritus Madubaru PT. Madukismo Yogyakarta
MULYANING, Ir. Ken Suratiyah, MS
2003 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisSalah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperoleh informasi biaya yang lebih akurat adalah penggunaan activity based costing (ABC) dalam pembebanan biaya produksi ke prouk. Metode ini menelusuri aktivitas dan konsumsi sumber daya oleh produk dalam proses produksi. Biaya produksi yang diterima oleh produk adalah biaya yang timbul karena konsumsi sumber daya untuk aktivitas yang dilaluinya. Pembebanan biaya produksi tidak langsung pada metode ABC menggunakan pemacu biaya yang relevan. Hal ini berbeda dengan metode tradisional yang membebankan biaya produksi tidak langsung hanya berdasarkan unit produk sehingga tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Objek penelitian adalah perusahaan spiritus, dimana proporsi biaya produksi tidak langsung cukup besar. Pembebanan yang tidak akurat untuk proporsi biaya yang besar akan menyebabkan distorsi informasi yang signifikan. Metode penelitian yang digunakan metode diskriptif yaitu metode untuk mengadakan analisis terhadap suatu keadaan, juga menentukan frekuensi terjadinya suatu peristiwa tertentu, tanpa maksud mengambil kesimpulankesimpulan yang berlaku secara umum berdasarkan sampel atau populasi yang diperoleh. Penerapan sistem tradisional terbukti menimbulkan distorsi dan subsidi silang antar produk, sehingga harga pokok produk yang tercipta kurang akurat dan tidak realistik. Hal tersebut dikarenakan selama ini perusahaan tidak memperhatikan adanya kompleksitas produk. Penggunaan metode ABC memperlihatkan adanya overcosting pada pembebanan biaya tenaga kerja langsung, biaya listrik dan air, biaya bahan bakar minyak dan oli dan biaya set up mesin. Sedangkan biaya tenaga kerja tak langsung, biaya spare part dan biaya depresiasi mengalami undercosting. Informasi dari metode ABC ini dapat digunakan oleh pihak perusahaan untuk menentukan harga jual, melakukan efisiensi, dan meningkatkan berbagai kinerja perusahaan.
Paradigm shift and the beginning of fee trade era open a market of high quality product for producers. One of the efforts to face the more competitive market is the using of pricing policy. And management needs accurate information about production cost as basic standard to make a competitive pricing policy. The using of activity based costing method provides more accurate cost distribution of the product individually. This method trees activities have been passed by the product along its production process, and its resource consumtion . individually production cost is an aconomic exchange paid by the company to run those activities. This method also use relevant cost drivers to distribute cost to the product accurately. That makes different between ABC method and traditional method, since the traditional method use only single base allocation unit to distribute overhead cost to the product. Such allocation can not give a representative image of production costs consumed by the product. The object of this study is company which produce alcohol and spiritus. Factory overhead take significant cost proportion will make a distorted cost information, and finally it leads the company to a less competitive strategy. The using of ABC method show that distortion and product over costing. This information will be provide a standard for the company to determine production cost, to take efficiency efforts, and improvement. Finally, this method will provide a strong basic standard to improve the company’s competitiveness.
Kata Kunci : Magister Agribisnis, Analisis Harga Pokok, Activity Based Costing