Analisis usaha lumbung pangan pedesaan Kabupaten Lampung Tengah
IDHAM, Muhammad, Prof.Dr.Ir. Masyhuri
2003 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisLumbung pangan telah lama dikenal sebagai cadangan pangan di pedesaaan dan penolong pada masa paceklik, dengan menumbuhkembangkan kemampuannya, dalam jangka panjang diharapkan fungsinya meningkat menjadi lembaga ekonomi di pedesaan. Untuk itu perlu mengetahui bagaimana penyelenggaraan dan kelayakan usaha lumbung pangan pedesaan. Penelitian ini menggunakan metode dasar deskriptif yang membahas tentang aspek keuangan, aspek teknis, aspek manajemen, aspek pemasaran dan aspek sosial. Sampel penelitian adalah lumbung pangan pedesaan yang mendapat dukungan dana dari Proyek Pemberdayaan Kelembagaan Pangan di Pedesaan sebanyak 10 kelompok usaha yang terdapat di 10 kecamatan. Metode analisis data menggunakan metode kuantitatif pada aspek keuangan; dan metode kualitatif pada aspek teknis, aspek manajemen, aspek pemasaran, dan aspek sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Dilihat dari biaya dan pendapatan tahun 2002 yang menguntungkan dan berdasarkan kriteria investasi, usaha lumbung pangan pedesaan dari aspek keuangan layak dilaksanakan, (2) Pembentukan struktur organisasi yang tidak berdasarkan fungsi kegiatan dan kualitas pengelola yang rendah, maka usaha ini tidak layak di tinjau dari aspek manajemen, (3) Lumbung pangan pedesaan berlokasi dekat objek usahanya dengan didukung fasilitas transportasi yang cukup, dan teknologi yang memadai serta ketersedian tenaga kerja yang dapat diatasi dengan cara pengelola mengikuti pelatihan maka dilihat dari aspek teknis usaha ini layak dilaksanakan, (4) Karena luasnya areal pertanian tanaman pangan dengan sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian, dan adanya kebijakan pemerintah yang mendukung, serta mempunyai karakteristik usaha tersendiri yang mampu mengatasi pesaing maka lumbung pangan pedesaan layak dilaksanakan ditinjau dari aspek pemasaran, (5) Karena lumbung pangan mampu memberikan tambahan penghasilan, dan memberikan alternatif pekerjaan serta secara kelembagaan merupakan wahana pembelajaran bagi masyarakat desa untuk mandiri maka ditinjau dari aspek sosial layak dilaksanakan.
Granary was known as food reserve in village and benefactor at scarcity of food period, by developing its ability, on a long term, granary will be expected become rural economic institute. So, it is needed to know how rural granary labor management and elegibility. This research use the descriptive basic method, studying about finance aspect, technical aspect, management aspect, marketing aspect and social aspect. Research sample are rural granary whose getting fund support from Project of Enableness of Rural Food Institute, those are 10 labor group which are base in 10 subdistrict. Analyse data method are using quantitative method in finance aspect and qualitative method in technical aspect, management aspect, marketing aspect and also social aspect. Result of research indicate that: (1). From expense and benefit in 2002 are gain profit base on investment criteria, rural granary labor is meet finance aspect. (2) Making organization structure which is not base on function of activity and low management quality, so this labor is improper from management aspect, (3) Rural granary labor which has location near by its activity and supporting by adequate transportation and technology facility and also laborfoce availablitywhich can be overcome by labor training-, so this effort meet technical aspect. (4) Because of wide of agricultural food crop sector area with most of their resident working in agricultural sector and government policy supporting, and also having special effort characteristic capable to overcome the competitor hence rural granary labor is meet marketing aspect. (5) Because of rural granary labor is able to give extra income and give alternative work and also in institute is place to study for countryside society to selfsupporting, so this effort is meet social aspect.
Kata Kunci : Magister Agribisnis, Lumbung Pangan Pedesaan