Laporkan Masalah

PEMBUATAN PETA PERUBAHAN RUANG TERBUKA HIJAU MENGGUNAKAN DATA PENGINDRAAN JAUH MULTI WAKTU DI KECAMATAN UMBULHARJO KOTA YOGYAKARTA

MUHAMMAD NUR A, Ir. Djurdjani, MSP.,M.Eng.,Ph.D.

2016 | Skripsi | S1 TEKNIK GEODESI

Meningkatnya jumlah penduduk mengakibatkan peningkatan area terbangun di wilayah Kota Yogyakarta. Bertambahnya area terbangun mengakibatkan ruang terbuka yang semakin sempit. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan ruang yang memperhatikan kelestarian lingkungan khususnya dalam bentuk Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pengelolaan RTH dapat dituangkan dalam bentuk peta. Peta adalah alat yang sangat informatif untuk mengevaluasi masalah perubahan RTH dalam jangka waktu tertentu. Salah satu teknik pembuatan peta perubahan RTH dalam lingkup yang luas adalah menggunakan data pengindraan jauh. Penggunaan data pengindraan jauh adalah cara efektif untuk memperoleh informasi mengenai perubahan RTH di suatu wilayah. Data pengindraan jauh yang digunakan dalam penelitian aplikatif ini adalah Citra Quickbird tahun 2006 dan Citra Worldview-2 tahun 2013 yang mencakup area Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Dipilihnya tahun penelitian 2006 hingga 2013 karena pembangunan di Umbulharjo mengalami peningkatan yang pesat daripada kecamatan lain di Kota Yogyakarta. Kedua citra telah dilakukan koreksi geometrik serta telah mempunyai sistem proyeksi orthogonal. Interpretasi citra dan digitasi dilakukan berdasarkan Permendagri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan RTH Kawasan Perkotaan. Hasil digitasi kedua citra menghasilkan luasan dan persebaran RTH yang dapat dianalisis perubahanya dari tahun 2006 hingga 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian aplikatif ini adalah tumpang susun (overlay). Besar perubahan RTH dari tahun 2006 hingga 2013 adalah sebesar 788.503,28 m² atau 9,58 % dari luas Kecamatan Umbulharjo yaitu 8.224.960,257 m². perubahan RTH tersebut menghasilkan 26 macam kasus perubahan. Jenis RTH yang mengalami perubahan paling tinggi adalah berubahnya jenis RTH lahan pertanian perkotaan menjadi non-RTH yaitu 455.918,83 m² atau 57,82 % dari total luas perubahan RTH. Sedangkan yang tidak mengalami perubahan atau relatif tetap adalah kebun binatang, rel kereta api, pemakaman umum dan taman kota. Hasil akhir dari penelitian aplikatif ini berupa peta perubahan RTH tahun 2006 hingga 2013. Peta tersebut pada tahap terakhir dilakukan evaluasi dengan cara wawancara kepada 30 responden untuk menilai dan memberikan saran sehingga peta dapat direvisi menjadi lebih baik.

The rapid increase of population resulted in an increase of built-up area in the city of Yogyakarta. It has caused decrease of open spaces area. Therefore, it is important to have a space management that pays attention to the environmental preservation, particularly Green Open Space (GOS). GOS management can be showed in the form of a map. Map is a highly informative tool to evaluate the problem in the change of GOS area within a certain period of time. One technique of GOS changes mapping in a wide scope is by using remote sensing data. The use of remote sensing data is an effective way to obtain information about GOS changes in a certain area. Remote sensing data used in this applied study are QuickBird Imagery 2006 and Worldview-2 Imagery 2003 which cover the area of Umbulharjo District, Yogyakarta. Chosen years of research in 2006 and 2013 because the increased development in umbulharjo most rapidly than other districts. Both images have been geometrically corrected and have an orthogonal projection system. Image interpretation and digitization was done based on Permendagri Nomor 1 Tahun 2007 about Penataan RTH Kawasan Perkotaan. The results of both images generate size and distribution of green open space that can be analyzed to identify the changes from 2006 to 2013. This research was conducted using overlay methods. The changes in green open space size from 2006 to 2013 amounted to 788.503,28 m² or about 9,58% of the Umbulharjo District area, which is 8.224.960,257 m². This changes caused 26 kinds of different changing cases. The most significant was the changing of agriculture land in urban area to a non-GOS that reach 455.918,83 m² or 57,82% of the GOS area. Whereas the unchanged or relatively fixed GOS are the zoo, railroads, public cemetery, and city parks. The final result of this applied study is a GOS changes map from 2006 to 2013. The last step of this research was an evaluation conducted by interviewing 30 respondents to assess and provide advice so the map can be revised to be better.

Kata Kunci : Perubahan RTH, Data pengindraan jauh, Peta perubahan RTH.

  1. S1-2016-333733-abstract.pdf  
  2. S1-2016-333733-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-333733-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-333733-title.pdf