Laporkan Masalah

Kinerja Pertumbuhan Ayam Pedaging yang Mendapatkan Pakan dengan Penambahan Tepung Temulawak dan Larutan Kayu Secang

BERNADETHA ANNA MARIA, Nanung Danar Dono, S.Pt, MP., Ph.D.; drh. Bambang Ariyadi, MP., Ph.D.

2017 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung temulawak dalam pakan dan larutan kayu secang dalam air minum terhadap kinerja pertumbuhan ayam pedaging jantan strain New Lohmann umur 35 hari. Materi yang digunakan adalah 100 ekor day old chick strain New Lohmann MB-202. Pakan penelitian yang diberikan memiliki kandungan energi 3100 kcal/kg dan protein 22%. Ransum penelitian terdiri 5 perlakuan pakan dengan 4 ulangan dari tiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam. Pakan perlakuan terdiri dari: pakan basal tanpa penambahan tepung temulawak (K1; kontrol), pakan basal + 0,5% tepung temulawak (K2), pakan basal + 1,0% tepung temulawak (K3), pakan basal + 1,5% tepung temulawak (K4), pakan basal + 2,0% tepung temulawak (K5) dan pemberian larutan kayu secang dilarutkan dalam air minum, sampai larutan kayu secang menjadi merah jenuh (10 gram/ liter air minum). Penelitian ini mengamati parameter kinerja pertumbuhan dengan variable meliputi: konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, bobot panen, dan konversi pakan. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan analisis variansi Rancangan Blok Lengkap Acak. Data yang berbeda pada setiap perlakuan diuji lanjut menggunakan Duncan�s new Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung temulawak dalam pakan dan larutan kayu secang dalam air minum tidak berpengaruh terhadap kinerja pertumbuhan ayam broiler umur 35 hari, namun menurunkan konsumsi pakan (P<0,05) pada umur pertumbuhan 22 sampai 28 hari.

This study was conducted to review the effect of white turmeric meal supplementation in the diets and secang wood liquid extract via drinking water on growth performance of 35 days old male New Lohmann broiler chickens. This research used 100 day old New Lohmann MB-202 chicks. The treatment diets contain 3100 kcal/kg metabolizable energy and 22% crude protein. The chicks were divided randomly into 5 dietary treatments with 4 replicates of 5 birds each. The dietary treatments were: basal diet without additives supplementation (K1; control diets), basal diet + 0,5% white turmeric meal supplementation (K2), basal diet + 1,0% white turmeric meal supplementation (K3), basal diet + 1,5% white turmeric meal supplementation (K4), basal diet + 2,0% white turmeric meal supplementation (K5), and secang wood liquid extract dissolved in water drinking, until secang wood liquid extract solution was saturated (10 gram/ liter drinking water). This study observed growth performance parameters with feed consumption, body weight gain, feed conversion and final weight as response criterion evaluated. The data were than statistically analyzed using Randomized Complete Block Design and followed subsequently by Duncan�s new Multiple Range Test for data with significant difference. Result of this study showed that white turmeric meal suplementation in the diets and secang wood liquid extract in drinking water did not influence growth performance of 35 days old broiler chickens, but decreased feed consumption (P<0.05) on age 22 to 28 days of growth period.

Kata Kunci : Ayam broiler, Kinerja pertumbuhan, Larutan kayu secang, Tepung temulawak/Broiler chickens, Growth performance, Secang wood liquid extract, White turmeric meal