Laporkan Masalah

Analisis konsumsi sayuran di propinsi Kalimantan Tengah

AKBAR, Muhajirin, Dr.Ir. Irham, MSc

2003 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Sayuran merupakan salah satu kelompok komoditas pangan yang banyak mengandung vitamin dan mineral yang merupakan unsur penting untuk kesehatan manusia. Rumah tangga sebagai konsumen berperan besar dalam kegiatan ekonomi, sehingga pendapatan dan konsumsi rumah tangga dapat mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan data mentah Susenas tahun 1999. Komoditas sayuran yang diteliti adalah bayam, kangkung, kacang panjang, wortel dan kol. Variabel yang dipelajari untuk mengetahui tingkat konsumsi meliputi harga bayam, kangkung, kacang panjang, wortel, kol, beras, ikan dan daging ayam potong, pendapatan dan jumlah anggota keluarga. Sedangkan untuk melihat perbedaan tingkat konsumsi di daerah digunakan dummy dasar desa dan untuk kabupaten digunakan dummy dasar kota Palangka Raya. Konsumsi sayuran diestimasi menggunakan model cobb douglas, dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Untuk melihat pola konsumsi dan keterkaitan antara berbagai variabel digunakan koefisien elastisitas dari masing-masing variabel dependent. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi bayam dipengaruhi oleh harga bayam, harga wortel, harga kol dan harga ikan; konsumsi kangkung dipengaruhi oleh harga bayam dan pendapatan perkapita; konsumsi kacang panjang dipengaruhi oleh harga kacang panjang; konsumsi wortel dipengaruhi oleh harga kangkung dan konsumsi kol dipengaruhi oleh harga kangkung dan harga bayam. pendapatan bukan kendala bagi rumah tangga untuk mengkonsumsi sayuran bayam, kacang panjang, wortel dan kol. Hubungan substitusi terdapat pada sayuran bayam dengan wortel, kangkung dengan bayam dan ikan, sedangkan hubungan komplementer terdapat pada bayam dengan kol dan ikan. Komoditas sayuran yang termasuk barang normal adalah bayam, kangkung, kacang panjang dan wortel, sedangkan kol termasuk barang inferior. Konsumsi daerah perkotaan lebih rendah dari konsumsi daerah pedesaan, sedangkan konsumsi di kabupaten menunjukkan perbedaan nyata dengan konsumsi di kota Palangka Raya. Permintaan terhadap sayuran adalah inelastis dan apabila sayuran lokal cukup tersedia, rumah tangga di Kalimantan Tengah cenderung tetap memilih mengkonsumsi bayam dan kacang panjang.

Vegetables as one group of food commodity that wich containing vitamin and mineral representing an important element for the human being health. The household as big sharing consumer in economic activity, so that the income and consumption of domestic indicated the level of society prosperity. This research was done by using the raw data of Susenas Year 1999. The commodities that was observed in this research is spinach, swamp cabbage, string bean, carrot and cabbage. The objectives of this variable analysis is to know the impact of the spinach price, swamp cabbage, string bean, and carrot, cabbage, rice, fish, chicken, consumer’s income and number of family member to the consumption level of this commodty. Knowing the difference of consumption level in region by using the elementary dummy of countryside and for the regency by using the elementary dummy of Palangka Raya. The consumption of vegatables estimated by using the Cobb Douglas model, with Ordinary Least Square (OLS) method. To estimate the consumption pattern and the realitionship among various vagetables by using the elasticity coefficient from dependent variable. The result of analysis showed that consumption of spinach vegetable was influenced by owner price, carrot, cabbage and fish; consumption of swamp cabbage was influenced by spinach price and consumer’s income; consumption of string bean was influenced by owner price; consumption of carrot was influenced swamp cabbage price; and consumption cabbage was influenced by swamp cabbage and spinach price. The consumer’s income is not the constraint for consumer’s to consume the spinach vegetable, string bean, carrot and cabbage. There was substitution relationship between spinach and carrot, swamp cabbage with the spinach and fish, while the complementary relationship there was between spinach with cabbage and fish. The spinach, swamp cabbage, string bean and carrot, were included into a normal goods, while the cabbage was included into inferior goods. The consumption in the urban area was lower than in the rural area. There is real difference between the consumption in the regency with the Palangka Raya. The demand of vegetables is inelastis and when local vegetable is enough made available, the domestic in the Centre Kalimantan tend to chose the spinach and string bean.

Kata Kunci : Magister Agribisnis,Konsumsi Sayuran, consumption, income elasticity, own-price elasticity, cross-price elasticity


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.