Analisis finansial usaha penggemukan sapi potong di kelompok tani ternak Sumber Rejeki Sleman
ARIYANTO, Joko, Dr.Ir. Irham, MSc
2003 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisPenelitian tentang usaha penggemukan sapi potong di kelompok Sumber Rejeki dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besar biaya yang diperlukan (biaya investasi dan biaya operasional), dan perkiraan penerimaan (benefit) selama masa usaha sepuluh periode. Kemudian, dengan mengetahui nilai NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return) dan Benefit Cost Ratio maka dapat ditentukan kelayakan (feasibility) usaha ini. Penelitian ini menggunakan teknik studi kasus (Case Study). Jumlah sampel yang representatif ada dua puluh petani ternak. Dari sampel tersebut diperoleh data: biaya pakan, biaya bangunan dan biaya peralatan. Data lain berupa biaya sewa lahan, biaya pembelian sapi bakalan, dan biaya penerangan (listrik) diambil dari pembukuan kelompok. Setelah data terkumpul, kemudian diolah untuk mendapatkan nilai biaya investasi, biaya operasional, penerimaan. Hasil analisis berupa NPV, IRR, dan B/C Ratio kemudian digunakan untuk menentukan kelayakan usaha dari aspek finansial. Diketahui biaya untuk melakukan usaha penggemukan sapi potong skala 20 ekor, dibutuhkan investasi sebesar Rp 12.699.000,00 dan biaya operasional periode pertama Rp 82.122.500,00. Besarnya penerimaan kotor per periode usaha penggemukan yang berskala 20 ekor sapi adalah Rp 84.459.000,00. Untuk melakukan usaha penggemukan yang berskala 50 ekor sapi dibutuhkan investasi Rp 31.747.500,00 dan Rp 205.050.000,00 sebagai biaya operasional pada periode pertama. Penerimaan kotor per periode sebesar Rp 169.240.462,00. Berdasarkan NPV, IRR, dan B/C yang diperoleh, maka diketahui bahwa usaha penggemukan berskala 20 maupun 50 ekor sapi, ternyata layak dilakukan.
The aims of beef cattle fattening research in Sumber Rejeki Fares Group are to know how much the investment and operational cost needed to estimate the benefit earned for 10 period of business. The feasibility of the business knowed by using NPV value, IRR and B/C Ratio. The research uses 20 representative farmers, members of the group. The data are use in the research including feed cost, building and equipment cost, are rent cost. All data have founded are analyze to know the investment cost, operation cost and benefit, which are use to find the NPV, IRR & B/C Ratio value. The result of the research states that beef cattle fattening business need cost about Rp 12.000.000.00 for investment, and about Rp 82.122.500,00 for first period operational cost. Gross benefit that earned each period for 20 cattle is about Rp 84.450.000,00 for 50 cattle need about Rp 31.747.500,00 for investment, Rp 205.050.000,00 for first period operational cost, and the Gross benefit that earned each year in about Rp 169.240.462,00. The result of feasibly analyzes shows that the business is feasible.
Kata Kunci : Agribisnis,Penggemukan Sapi Potong,Analisis Finansial