Laporkan Masalah

ESTIMASI PRODUKSI SUSU PADA SAPI FRIESIAN HOLSTEIN (FH) DENGAN CATATAN TIDAK LENGKAP DI BALAI BESAR PEMBIBITAN TERNAK UNGGUL-HIJAUAN PAKAN TERNAK (BBPTU-HPT) BATURRADEN, BANYUMAS, JAWA TENGAH

ASRIANA DWI MARTANTI, Prof.Dr.Ir. Sumadi, MS.

2017 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi produksi susu pada sapi perah Friesian Holstein (FH) dengan catatan tidak lengkap di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul-Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah. Materi yang digunakan yaitu data sekunder berupa catatan produksi susu tahun 2014 dan 2015 dari 95 ekor sapi perah FH yang berada di BBPTU-HPT Baturraden. Estimasi produksi susu dengan catatan tidak lengkap menggunakan data produksi susu tiap hari ke-15 tiap bulan laktasi. Analisis yang digunakan untuk perhitungan produksi susu atas dasar catatan lengkap dan catatan tidak lengkap yaitu menggunakan analisis compare means t-test. Hasil perhitungan estimasi rata-rata produksi susu sapi FH di BBPTU-HPT Baturraden menggunakan catatan tidak lengkap dan menggunakan catatan lengkap yaitu berbeda tidak nyata, sehingga perhitungan produksi susu dengan menggunakan catatan tidak lengkap yang dilakukan pada hari ke-15 tiap bulan selama laktasi dapat digunakan sebagai alternatif dalam pencatatan produksi susu dengan persentase kesalahan sebesar -1,34%. Produksi susu sapi FH di BBPTU-HPT Baturraden berada di atas standar produksi susu sapi FH di Indonesia.

This study aimed to estimate the milk production of Friesian Holstein based on incomplete record in Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul-Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden, Banyumas, Central Java. The material used was secondary data of milk production records in 2014 and 2015 of 95 dairy cattles in BBPTU-HPT Baturraden. Estimated milk production based on incomplete record method used milk production data every 15th day of each month of lactation. The analysis used for the calculation of milk production on the basis of complete records and incomplete records that use the compare means t-test. The result of the calculation of the estimated average milk production FH in BBPTU-HPT Baturraden used the complete records and incomplete record is not significant, so the calculation of the milk production based on incomplete record on the 15th day of each month during lactation may be used as an alternative in the milk production record method with a percentage error of -1.34%. Milk production of FH dairy cattle in BBPTU-HPT Baturraden are above standard milk production of FH dairy cattle in Indonesia.

Kata Kunci : (Kata Kunci: Sapi Perah, Friesian Holstein, Produksi Susu, Catatan Tidak Lengkap)(Keyword: Dairy Cattle, Friesian Holstein, Milk Production, Incomplete Record)