PERTUMBUHAN SEMAI KRANJI (Pongamia pinnata) DENGAN APLIKASI POT ORGANIK PADA PERBEDAAN TINGKAT NAUNGAN DAN MEDIA TANAH KAWASAN TAMBANG BATU BARA
RIFKA MAHERA, Dr. Ir. Eny Faridah, M.Sc .;Prof. Dr. Ir. Cahyono Agus D.K., M.Agr.Sc
2017 | Skripsi | S1 KEHUTANANKranji (Pongamia pinnata) merupakan salah satu spesies yang digunakan untuk rehabilitasi lahan marjinal seperti lahan bekas pertambangan. Kranji memiliki kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi pada tanah dengan kesuburan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh naungan terhadap pertumbuhan semai kranji 2) pengaruh jenis media tanah kawasan tambang batu bara terhadap pertumbuhan semai kranji dan 3) menguji kandungan unsur hara pada media tanah kawasan tambang dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan semai kranji. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca, Klebengan Fakultas Kehutanan UGM selama 4 bulan dengan menggunakan rancangan petak terpisah (Split-plot) dengan perlakuan dasar penggunaan pot organik. Faktor utama merupakan naungan dengan tingkat 0% (C0), 35% (C1), dan 65% (C2). Faktor kedua merupakan media tanah kawasan tambang batu bara yang terdiri dari tanah hutan sekunder (M1, kontrol) dan tanah disposal (M2, marjinal). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 2 treeplots. Data dianalisis menggunakan analisis varian dan untuk membedakan antar perlakuan dilakukan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pH tanah serta unsur hara lainnya pada media tanah kawasan tambang batu bara setelah diberi perlakuan. Hasil analisis menunjukkan perlakuan naungan berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi, diameter, jumlah daun, dan biomassa semai. Semai yang diberikan perlakuan naungan 35% dan 0% secara nyata memberikan hasil lebih baik dibandingkan pada naungan 65%. Hal ini menunjukkan semai kranji mampu bertahan hingga naungan 35%. Sementara itu, perlakuan media tanah dan interaksi keduanya tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua peubah pertumbuhan semai kranji. Pertumbuhan yang tidak berbeda nyata pada kondisi media tanah yang berbeda mengindikasikan bahwa semai kranji mampu beradaptasi pada jenis tanah yang marjinal
Pongamia (Pongamia pinnata) is one of species used for the rehabilitation of marginal land, such as mine land. Pongamia has the ability to survive and adapt to soils with low fertility. This study aims to determine the effect of shading and coal mining soil types on growth of pongamia seedlings and examine the nutrients-content in the coal mining soil and their effect on growth of pongamia seedlings. This research was conducted in the green house for 4 months using split plot design with organic pot as a basic treatment. The main factor was shading with levels of 0% (C0), 35% (C1), and 65% (C2). The second factor was coal mining soil media that consisted of secondary forest soil (M1, control) and disposal soil (M2, marginal). Each treatment consisted of three replications and each replication consisted of two treeplots. Data were analyzed using analysis of variance to detect any significant effect of treatment. Duncans test was applied to compare the treatment means. The results showed increase in pH and other nutrients in the coal mining soil media after being treated. The analyses showed that shading treatments significantly affected height and diameter growth, number of leaves, and seedling biomass. Seedlings under 35% and 0% shading showed significantly better growth compared to those under 65% shading. This indicates that pongamia seedlings can survive until 35% shading level. Mean while, media treatment and interaction between shading and media did not affect all variables of growth. The unaffected growth under different media types indicates that pongamia seedlings can adapted to marginal soil.
Kata Kunci : kranji, naungan, media tanah kawasan tambang, pot organik;Pongamia, shading, soil media of coal mining area, organic pot