Analisis investasi usaha penggemukan sapi potong di Kab. Gunung Kidul
HANDAYANINGSIH, Retno Adi, Prof.Dr.Ir. Sri Widodo, MSc
2003 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisPenelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tepus dan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Jogyakarta dari bulan Oktober sampai Desember 2002 dengan tujuan untuk menganalisis kelayakan usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Gunung Kidul yang dilakukan oleh investor. Sampel penelitian ini adalah peternak sapi potong yang menerima bantuan modal sapi bakalan dari investor. Pengambilan responden dilakukan secara purposive random sampling dengan jumlah masing-masing 6 responden di Kec. Tepus dan 20 orang di Kec. Saptosari. Data dianalisis secara diskriptif dan kuantitatif dengan menggunakan metode penghitungan. Untuk mengetahui batas rugi laba, diukur dengan analisis titik impas atau break event point, sedangkan kelayakan investasi, diukur dengan indikator net present point (NPV), net benefit cost ratio (Net B/C ratio), internal rate of return (IRR) dan payback period. Secara diskriptif, pendapatan bersih terbesar adalah usaha penggemukan sapi potong dari investor swasta yaitu sebesar Rp 472.250,00/tahun/ekor dan dari investor pemerintah daerah sebesar Rp (4.250,00)/tahun/ekor. Investasi pada usaha penggemukan sapi potong ini adalah layak untuk dilanjutkan. Secara finansial, investasi usaha penggemukan sapi potong ini layak dilakukan walaupun kurang menguntungkan. Dari usaha ini yang paling layak dan paling menguntungkan adalah usaha penggemukan sapi potong dari investor swasta.
The research took place in Tepus and Saptosari District, Gunung Kidul Regency, Daerah Istimewa Jogyakarta on October to December 2002 with aim to analyze the feasibility of beef cattle fattening business investment in Gunung Kidul Regency by investors. The research samples were taken using purposive random sampling technique (six respondents in Tepus District and twenty respondents in Saptosari District). The data were analyzed descriptively and quantitatively using accounting method. Break even point analysis and net present value (NPV), net benefit/cost (net B/C), internal rate of return (IRR) and payback period were performed. Net revenue of beef cattle fattening business were performed to be Rp 472,250.00/year/head and Rp (4,250.00)/year/head, for private and state government investors respectively. Investment of beef cattle fattening were feasible to be continued. Financially, beef cattle fattening business were feasible although in small amount. From this business, the most feasible and most profitable was beef cattle fattening by private investor.
Kata Kunci : Usaha Penggemukan Sapi Potong, Investasi, Pendapatan, Keuangan, Sensitivitas, Beff Cattle Fattening Business, Investment, Income, Financial, Sensitivity