KEWIRAUSAHAAN SOSIAL EKOWISATA DI DESA NGLANGGERAN KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA
FARKHAN NUGROHO KH, DR. MUHAMAD SUPRAJA.M.Si.
2017 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIINTISARI Desa Nglanggeran merupakan desa wisata yang terletak di Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul. Keterbatasan sumber daya alam dan infrastruktur, menyebabkan desa ini termasuk ke dalam wilayah terisolir. Semula kondisi Desa Ngelanggeran begitu memperihatinkan. Dengan segala keterbatasan yang ada, masyarakat menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian untuk bertahan hidup. Pada tahun 1998, kegiatan bidang pertanian mulai ditinggalkan, masyarakat Desa Nglaggeran mulai mengembangkan ekowisata Gunung Api Purba. Pada awalnya pengembangan ekowisata tersebut dimulai oleh Sugeng Handoko dan para pemuda setempat. Konsep social entrepreneurship yang diusung oleh masyarakat Desa Nglanggeran memiliki hal yang unik dan sangat menarik. Keunikan dari penerapan konsep social entrepreneurship ini terdapat pada adanya inovasi yang dilakukan oleh pemuda (youth innovation) dalam pengembangan ekowisata, sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka akses bagi para stakeholder baik pemerintah maupun swasta untuk berperan serta dalam pembangunan masyarakat. Permasalahan yang akan dijawab melalui penelitian ini adalah bagaimana konsep pembangunan kewirausahaan sosial ekowisata berbasis masyarakat di Desa Nglanggeran dijalankan? Apa peran pemuda dalam pembangunan kewirausahaan sosial ekowisata? Inovasi apa saja yang dilakukan dalam kewirausahaan sosial untuk mengembangkan ekowisata berbasis masyarakat di Desa Nglanggeran? Hambatan yang dihadapi dan bagaimana dampak dari pembangunan kewirausahaan sosial pemuda ekowisata tersebut?. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan inovasi kewirausahaan sosial ekowisata berbasis masyarakat di Desa Nglanggeran. Hal ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi konsep pembangunan kewirausahaan sosial ekowisata yang ada di Nglanggeran, mengidentifikasi peran pemuda dan inovasi yang dilakukan dalam pembangunan ekowisata, serta mengetahui berbagai hambatan yang dihadapi, dan dampak yang ditimbulkan. Teori tentang kewirausahaan sosial diadaptasi dari pemikiran Richard Cantillon, William Bill Drayton, Praszkier dan Nowak, Skoll, Germak dan Singh, Dhewanto, Rachma Fitriati, Gregory Dees. Teori tentang peran pemuda dalam pembangunan ekowisata, masing-masing diadaptasi dari pemikiran Bamberger dan Shams, Mubyarto, Ndraha, Abu Huraerah. Sedangkan inovasi dalam pembangunan ekowisata di adaptasi dari teori Drabenstott, Peter Drucker, Fodor dan Sitayi, Florida, Lumpkin, John Howkins, Schumpeter, Yoeti, Inskeep, Booms dan Bitner, hambatan dalam pengembangan kewirausahaan ekowisata diadopsi dari teori Nandi, Soetrisno. Sedangkan dampak dari pembangunan kewirausahaan ekowisata diadopsi dari teori Ida Rosida, Gumelar Sastrayuda. Penelitian ini menggunakan metodelogi kualitatif dengan metode deskriptif. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pembangunan kewirausahaan sosial ekowisata di Desa Nglanggeran mempunyai empat elemen utama, yaitu social value, social creation and social benefit. Pemuda dan masyarakat Desa Nglanggeran melakukan kegiatan yang produktif dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam Gunung Api Purba melalui beberapa kegiatan di bidang pendidikan dan pelatihan masyarakat; pengendalian ekonomi, sosial budaya,dan lingkungan; pengembangan pemasaran terpadu dalam pemasaran produk, pemasaran harga, pemasaran obyek wisata, dan kegiatan promosi. Untuk meningkatkan kunjungan wisata para pemuda melakukan beberapa inovasi, yakni inovasi obyek dan paket wisata, inovasi untuk meningkatkan daya saing obyek wisata, dan juga inovasi dalam pengembangan fasilitas obyek wisata. Pengembangan ekowisata di Desa Nglanggeran memberikan dampak meningkatnya kesadaran dan perekonomian masyarakat, pembangunan infrastruktur, dan meningkatkan partisipasi pemuda. Namun demikian masih ditemui hambaran partisipasi masyarakat belum menyeluruh, keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pengelola obyek wisata, dan kekuatiran akan terjadinya kerusakan lingkungan.
ABSTRACT Nglanggeran village is a tourist village located in the district Patuk of Gunungkidul Regency. Limited natural resources and infrastructure, leading to the village is included into isolated areas. Nglanggeran village have original condition so alarming. With all the limitations that exist, the population depend for their livelihood on agriculture for survival. In 1998, activities in agriculture began to be abandoned, the village began to develop ecotourism Nglaggeran Ancient Volcano. At the beginning of the tourism development initiated by Sugeng Handoko and the local youth. The concept of social entrepreneurship promoted by the village community Nglanggeran have something unique and very interesting. The uniqueness of the application of the concept of social entrepreneurship are currently on the innovations made by youth innovation in the development of eco-tourism, so as to increase the income of people and open access for both public and private stakeholders to participate in community development. Issues to be addressed through this research is how is being done the concept of social entrepreneurship development of community-based ecotourism in the Nglanggeran village? What is the role of youth in development of social entrepreneurship ecotourism ? What innovations is being done in social entrepreneurship to develop community-based ecotourism in the Nglanggeran village? Barriers faced and how the impact of the development of the ecotourism youth social entrepreneurship ?. While the purpose of this study was to determine the development of innovative social entrepreneurship community based ecotourism in the Nglanggeran village . This is done by identifying the concept of social entrepreneurship development of ecotourism in Nglanggeran , identifying the role of youth and innovation made in the construction of ecotourism, as well as knowing the various obstacles faced , and the impacts.Theories on the social entrepreneurship adapted from Richard Cantillon, William Bill Drayton, Praszkier dan Nowak, Skoll, Germak dan Singh, Dhewanto, Rachma Fitriati, Gregory Dees, and, theories of the role of youth in development of social entrepreneurship ecotourism adapted from Bamberger dan Shams, Mubyarto, Ndraha, Abu Huraerah, theories of innovations social entrepreneurship adapted from Drabenstott, Peter Drucker, Fodor dan Sitayi, Florida, Lumpkin, John Howkins, Schumpeter, Yoeti, Inskeep, Booms dan Bitner and then theories of Barriers faced and how the impact of the development of the ecotourism youth social entrepreneurship adapted from Nandi, Soetrisno, Ida Rosida, and Gumelar Sastrayuda. This research used the qualitative metodelogy approach with the method descriptif. From the results of this study concluded that social entrepreneurship development of ecotourism in the Nglanggeran village has four main elements, namely social value, social creation and social benefit. Youth and village community Nglanggeran productive activities by utilizing the natural resources Ancient Volcano through several activities in the field of education and training community; control of economic, social, cultural, and environmental; development of integrated marketing in product marketing, price marketing, tourism marketing, and promotional activities. To increase tourism visits the youth made several innovations, namely innovation objects and travel packages, innovation to improve the competitiveness of tourism, and innovation in the development of tourism facilities. Ecotourism development in the Nglanggeran village impact and increasing awareness of the community's economy, infrastructure development, and increase the participation of youth. However, they encountered community participation is not yet complete, budget constraints owned by tourism managers, and concern for environmental damage.
Kata Kunci : kewirausahaan sosial, pembangunan ekowisata Desa Nglanggeran, social entrepreneurship , the development of ecotourism Nglanggeran village.Keywords : social entrepreneurship , the development of ecotourism Nglanggeran village.Keywor