Pengawasan Kualitas dan Peredaran Daging Babi di Wilayah Kota Yogyakarta Tahun 2015
DEWI A SITOMPUL, drh.Heru Susetya,MP.,Ph.D
2016 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWAN SVSejak tahun 2008 tempat pemotongan babi di Kota Yogyakarta tidak beroperasi lagi, maka dari itu daging babi yang beredar di Kota Yogyakarta berasal dari luar kota, yaitu Bantul, Klaten, dan Solo, untuk itu dilakukan pengawasan kualitas dan peredaran terhadap daging babi tersebut. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kualitas daging babi dan bagaimana cara pengawasan peredarannya di Kota Yogyakarta. Materi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini berdasarkan data hasil pengawasan dan catatan milik Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta tahun 2015. Pada pengawasan peredaran daging babi selama tahun 2015 jumlah pasokan daging yaitu 395.460 kg. Hasil laboratorium dari 229 sampel menunjukkan 194 sampel daging babi dengan kondisi baik, 35 sampel dengan kondisi cukup. Berdasarkan uji awal pembusukan ditemukan 25 sampel positif dengan metode eber dan 7 sampel positif dengan metode postma. Berdasarkan uji organoleptik, daging yang beredar di Kota Yogyakarta tidak mengalami perubahan warna. Daging babi yang diedarkan di Kota Yogyakarta pada tahun 2015 aman dan layak untuk dikonsumsi.
Since 2008 the place of cutting the pigs in Yogyakarta city does not operate anymore, therefore pork which circulate in Yogyakarta city come from outside the city, namely Bantul, Klaten, and Solo, therefore need to be done observation of the quality and the circulation of the pork. The purpose of this final task is to find out the quality of the pork and how to control its distribution in Yogyakarta city. Materials that used in this final task is based on the results of data surveillance and records belonging to the Department of Industry, Trade, Cooperatives, and Agricultural Yogyakarta city by 2015. On the supervision of the circulation of the pork during 2015, the number of pork supplied namely 395.460 kg. Laboratory results of 229 samples show 194 samples in good condition, 35 samples in good enough condition. Based on the initial decay found 25 positive samples with eber method and 7 positive samples with postma method. Based on organoleptic, pork that circulate in Yogyakarta city do not experience discoloration. The pork which was circulated in Yogyakarta city in 2015 is safe and feasible for consumption.
Kata Kunci : pengawasan, dagingbabi, kualitas daging