Sekuritisasi Kebijakan Penanganan Pengungsi di Jerman (2015-2016)
DANI TRISNO NUGROHO, Dr. Diah Kusumaningrum
2016 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALJerman menerima lebih dari 1 juta pengungsi dalam krisis pengungsi yang melanda Uni Eropa pada tahun 2015. Hal ini disebabkan oleh kebijakan Asylum Procedures Acceleration Act (APAA) yang dikeluarkan Pemerintah Jerman serta besarnya kompensasi yang diberikan bagi para pengungsi. Banyaknya jumlah pengungsi yang masuk ke Jerman menimbulkan kekhawatiran bagi partai oposisi AfD dan kelompok masyarakat PEGIDA. AfD dan PEGIDA melakukan upaya sekuritisasi isu pengungsi untuk meredam dan atau mengurangi jumlah pengungsi yang masuk ke Jerman. Skripsi ini meneliti mengenai upaya sekuritisasi yang dilakukan AfD dan PEGIDA. Konsep sekuritisasi digunakan untuk mengkaji dan mengukur keberhasilan sekuritisasi yang dilakukan oleh AfD dan PEGIDA. Dalam pelaksanaannya, AfD dan PEGIDA melakukan sekuritisasi dengan mengubah identitas pengungsi menjadi ancaman melalui aksi demonstrasi, mengeluarkan argumen di media tentang bahaya pengungsi dari beberapa sudut pandang, serta memberikan usulan kebijakan alternatif. Upaya sekuritisasi ini menunjukan hasil yang cukup positif ditunjukan dengan terjadinya peningkatan penerimaan masyarakat atas isu yang diusung. Walaupun upaya sekuritisasi ini tidak berhasil menghentikan kebijakan pemerintah Jerman dalam penerimaan pengungsi, namun berhasil mendorong pemerintah untuk memuat beberapa penyesuaian atas kebijakan APAA.
Germany accepted more than 1 million refugees during the 2015 refugee crisis. Mass migration to Germany was precipitated by the government�s implementation of the Asylum Procedures Acceleration Act (APAA), along with the provision of many benefits for refugees. The influx of refugees in Germany has been a security concern for the opposition party AfD, and for the anti-Islam political movement PEGIDA. To counter the refugee influx and governmental policy, AfD and PEGIDA have undertaken securitizing moves. Using securitization theory, this study examines such securitizing moves by AfD and PEGIDA. AfD and PEGIDA try to change the identitiy of refugee from the victim to threat. In particular, AfD and PEGIDA have produced speech acts that are manifested in demonstrations, arguments invoking the perceived threats posed by refugees, and a number of policy alternatives. These securitizing moves have seen some positive results as gauged by public acceptance, but have so far failed to stop the influx. However, even if securitization has been unsuccessful in stemming Germany's acceptance of refugees, the movement has pushed the government to modify its policies in compliance with the demands of AfD and PEGIDA.
Kata Kunci : AfD, Jerman, PEGIDA, Pengungsi, Sekuritisasi, Upaya sekuritisasi, Refugee, Securitization, Securitizing move