Peran Pesanggrahan Ngeksipurna dalam Proses Pembentukan Lanskap Budaya di Daerah Pengging dan Sekitarnya Tahun 1830 � 1940 (Kajian Arkeologi Lanskap Berdasarkan Analisis Sistem Informasi Geografis)
DANAR ARIEF S, Drs. J. Susetyo Edy Yuwono, M.Sc.
2016 | Skripsi | S1 ARKEOLOGIDaerah Pengging merupakan salah satu daerah kuno di Boyolali yang memiliki kronik sejarah yang panjang. Pembentukan lanskap budaya di Pengging merupakan hasil interaksi antara masyarakat Pengging dengan lingkungannya. Lanskap budaya selalu berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Dalam pembentukan lanskap budaya tersebut, hadirnya kolonialisme ditandai adanya perkebunan, yang banyak mempengaruhi lanskap budaya di Pengging dan sekitarnya. Sementara itu, Keraton Surakarta yang berkuasa atas daerah tersebut membangun Pesanggrahan Ngeksipurna di tengah perkembangan perkebunan tersebut. Keadaan ini ternyata memiliki pengaruh pada daerah Pengging dan sekitarnya dalam proses pembentukan lanskap budaya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran Pesanggrahan Ngeksipurna dalam proses pembentukan lanskap budaya di daerah Pengging dan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data spasial mengenai lanskap budaya di daerah Pengging serta mengungkapkan peran Pesanggrahan Ngeksipurna dalam membentuk lanskap budaya Pengging Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitis, dengan menggunakan penalaran induktif. Data yang dikumpulkan berasal dari peta kuno dan survei lapangan berupa data arkeologi serta data spasial lanskap budaya. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan analisis data spasial, pola keruangan, dan proses keruangan. Selanjutnya, dilakukan interpretasi dari analisis tersebut untuk memperoleh jawaban dari masalah yang diangkat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan Pesanggrahan Ngeksipurna adalah bentuk dari upaya keraton Surakarta dalam mempengaruhi lanskap budaya Pengging . Salah satunya dengan memanfaatkan kondisi lingkungan yang berupa fitur alami berupa mata air atau umbul untuk kepentingan ritual. Selain itu, juga berdampak pada situs-situs dalam bentuk makam kuno serta umbul di sekitar Pesanggrahan yang disakralkan serta digunakan untuk ritual.
Pengging is one of the ancient region in Boyolali which has a long history chronicles. Cultural landscape formation in Pengging was the result of interaction between Pengging society and their environment. Cultural landscape always evolving along with the changes of time. The presence of colonialism was affecting Cultural landscape in Pengging and surrounding areas, which was characterized by existences of plantations. Meanwhile, Keraton Surakarta, whom ruled over the region built the Pesanggrahan Ngeksipurna in the development of the plantation. This situation appears to have an influence on Pengging and surrounding areas in the process of formation of the cultural landscape. This research was conducted to determine Pesanggrahan Ngeksipurna’s roles in shaping the cultural landscape in Pengging and the surrounding areas. The purpose of this study was to collect spatial data of the cultural landscape in the area as well as revealing the role of Pesanggrahan Ngeksipurna in shaping the cultural landscape of Pengging. The method used in this research is descriptive analytical, with inductive reasoning. The data that collected were from ancient maps and field surveys in the form of archaeological data and spatial data of cultural landscape. The data then analyzed using spatial data analysis, spatial pattern and spatial processes. then proceeded with the interpretation of the analysis for the answers of the issue. These research results indicate that the presence of Pesanggrahan Ngeksipurna is a form of Keraton Surakarta’s efforts in influencing cultural landscape of Pengging. One of the effort is by utilizing the environmental conditions in the form of natural features such as umbul or springs for the sake of ritual. it also affect the sites around the Pesanggrahan complex like ancient tombs and umbul which later cosidered sacred by society and used for rituals.
Kata Kunci : lanskap budaya, Pesanggrahan Ngeksipurna, umbul, Pengging, Keraton Surakarta/ cultural landscape, Pesanggrahan Ngeksipurna, umbul, Pengging, Keraton Surakarta