Laporkan Masalah

Karakteristik Pengunjung dan Daya Dukung Wisata Alam di Objek Wisata Tlogo Muncar Taman Nasional Gunung Merapi

AGNES R. M. HARIANJA, Mukhlison, S.Hut.,M.Sc.

2016 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pariwisata alam dalam kawasan dilindungi merupakan hal yang menguntungkan dari segi ekonomi, namun dapat mempengaruhi kualitas alami lingkungan. Oleh karena itu, sangat penting dilakukan pengukuran terhadap jumlah pengunjung maksimum yang dapat ditampung oleh suatu objek wisata atau disebut dengan daya dukung wisata, dengan memperhatikan karakteristik pengunjung serta pengawasan oleh pengelola. Pengukuran daya dukung merupakan salah satu bentuk perencanaan wisata alam berkelanjutan dan evaluasi terhadap pengelolaan yang telah berlangsung. Penelitian ini dilakukan di Objek Wisata Tlogo Muncar, yang merupakan salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengunjung dan nilai daya dukung wisata alam di Objek Wisata Tlogo Muncar. Data karakteristik pengunjung diambil dengan menggunakan metode accidental sampling dan dianalisis secara dekskriptif. Daya dukung wisata dinilai menggunakan metode penentuan kapasitas daya dukung wisata di dalam kawasan lindung yang dikembangkan oleh Cifuentes (1992) dengan faktor koreksi berupa keanekaragaman jenis pohon, kelerengan, curah hujan, kepekaan tanah terhadap erosi, dan potensi visual lansekap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pengunjung yang dominan di Objek Wisata Tlogo Muncar ialah pengunjung yang berasal dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tingkat pendidikan terakhir yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA), pekerjaan sebagai wiraswasta, tingkat pendapatan sebesar Rp1.000.000,00 - Rp2.500.000,00, sudah menikah, pola kunjungan bersama keluarga, dan sebagian besar informasi wisata pengunjung diperoleh melalui keluarga ataupun teman. Besarnya daya dukung di Objek Wisata Tlogo Muncar telah melebihi batas daya dukung efektif.

Natural tourism in protected areas is beneficial in economic sector, but could affect the quality of natural environment. Therefore, it is very important to measure the maximum number of visitors that can be accommodated by an attraction called tourism carrying capacity, by observing the characteristics of the visitor and management of the attraction. Measurement of carrying capacity is one of sustainable natural tourism plannings and evaluation of ongoing management. This research conducted in Objek Wisata Tlogo Muncar, which is one of the most visited tourist attractions in Gunung Merapi National Park. This study aimed to determine the characteristics of visitor and to measure the value of tourism carrying capacity in Objek Wisata Tlogo Muncar. Visitor characteristics data were collected by using accidental sampling method and analyzed using descriptive analysis. Tourism carrying capacity was measured by Cifuentes method (1992) using correction factors such as the trees diversity, slope, precipitation, soil erodibility, and landscape visual potention. The result showed that the dominant characteristics of the visitor in Objek Wisata Tlogo Muncar were from outside Special Region of Yogyakarta, high school educated, entrepeneur, visitors with income level Rp1.000.000,00 - Rp2.500.000,00, married, family pattern visit, and the majority of visitors travel information were obtained from family or friends. The carrying capacity value were based on the measurement had exceeded the effective carrying capacity.

Kata Kunci : Daya dukung, Karakteristik pengunjung, Tlogo Muncar, Taman Nasional Gunung Merapi