Laporkan Masalah

STRUKTUR DAN KEANEKARAGAMAN JENIS KOMUNITAS TUMBUHAN BAWAH DI SEKITAR RUMPUN BAMBU DI HUTAN WANAGAMA, KABUPATEN GUNUNGKIDUL

PRABANDIKA WIRAYUDA, Dr. Ir. Soewarno Hasanbahri, M.S.

2016 | Skripsi | S1 KONSERVASI SUMBER DAYA HUTAN

Ada sekitar 7 jenis tanaman bambu yang berada pada petak 5 dan 13 Hutan Wanagama, Kabupaten Gunungkidul. Bambu Apus, Bambu Ori, Bambu Hitam, Bambu Ampel, Bambu Legi, Bambu Gading, dan Bambu Tutul. Bambu-bambu tersebut ditanam pada tahun 1967-1970 dan 1971-1972 dengan tujuan untuk mencegah pengikisan tanah. Salah satu tumbuhan lain yang juga berfungsi untuk mencegah pengikisan tanah adalah tumbuhan bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur tumbuhan bawah yang ada pada rumpun petak 5 dan 13 serta mengetahui keanekaragaman tumbuhan bawah tersebut pada petak 5 dan 13. Penelitian ini menggunakan metode propotional sampling dengan pengambilan data melalui pengamatan secara langsung. Data tersebut dikumpulkan dan dianalisis berdasarkan nilai kelimpahan yang meliputi kerapatan relatif, frekuensi relatif, dan indeks nilai penting. Kemudian, indeks keanekaragaman dihitung dengan menggunakan indeks diversitas simpsons. Hasil dari penelitian ini adalah struktur komunitas tumbuhan bawah di sekitar rumpun Bambu Apus, Ori, dan Ampel berdasarkan indeks nilai penting paling tinggi nilainya berasal dari famili poaceae dan keanekaragaman jenis komunitas tumbuhan bawah berdasarkan indeks keanekaragaman simpson untuk rumpun Bambu Apus, Ampel dan Ori adalah tinggi karena nilainya di atas 0,6.

There are 7 variety of bamboo that located in slot 5 and 13 Wanagama Forest, Gunungkidul District. They are Apus Bamboo, Ori Bamboo, Black Bamboo, Ampel Bamboo, Legi Bamboo, Gading Bamboo, and Tutul Bamboo. Those bamboos were planted in 1967-1970 and 1971-1972. Those bamboo were planted for preventing the soil erosion. There is another plant that is useful for preventing the soil erosion, the forest floor. This research aim is for knowning the structure of forest floor in slot 5 and 13 Wanagama Forest around bamboo clumping and knowing the diversity of forest floor communities around the clumping bamboo slot 5 and 13. This research was using propotional sampling method by using directly observation for data retrieval. Those data were collected and analyzed based on the important value index which was containing density and frequency. After that, the diversity index was calculated by Simpsons diversity index. The result of the research was the highest value of forest floor abudance structure around Apus Bamboo, Ori Bamboo, and Ampel Bamboo based on the important value index was from poaceae. The diversity index based on Simpons diversity index were high for forest floor around Apus Bamboo, Ampel Bamboo, and Ori Bamboo because the value is more than 0,6.

Kata Kunci : Bambu, Hutan Wanagama, Komunitas Tumbuhan Bawah, Struktur, Keanekaragaman Jenis