Laporkan Masalah

FAKTOR PROGNOSTIK UNTUK PREDIKSI KUALITAS KENDALI ANTIKOAGULASI PADA PASIEN FIBRILASI ATRIUM VALVULAR DALAM TERAPI WARFARIN

HARI YUSTI LAKSONO, dr. Erika Maharani, SpJP(K), dr. Hariadi Hariawan, SpPD, SpJP(K)

2016 | Tesis-Spesialis | SP KARDIOLOGI DAN KEDOKTERAN VASKULAR

Latar Belakang: Fibrilasi atrium (FA) valvular merupakan subkelompok FA dengan risiko stroke tromboemboli tertinggi, dengan antikoagulan antagonis vitamin K salah satunya warfarin, sebagai satu-satunya pilihan untuk pencegahan tromboemboli hingga saat ini. Warfarin memiliki rentang terapetik sempit dengan kendali antikoagulasi yang menjadi kendala terapi. Beberapa pedoman internasional merekomendasikan penilaian kualitas kendali antikoagulasi, dengan parameter time in therapeutic range (TTR) dari INR PT (International Normalized Ratio dari Prothrombin Time) pada pasien dalam terapi warfarin. Beberapa penelitian menemukan hubungan antara faktor-faktor demografis-klinis sebagai faktor prediktor terhadap kualitas kendali antikoagulasi pada pasien FA nonvalvular. Prediksi kualitas kendali antikoagulasi pada pasien FA valvular belum pernah diteliti sebelumnya dan dengan prediksi pada populasi tersebut dapat membantu kendali antikoagulasi pada pasien FA valvular dalam terapi warfarin. Metode Penelitian: Penelitian kohort retrospektif dilaksanakan dengan sampel penderita FA valvular dalam terapi warfarin antara Januari 2014 hingga November 2016 di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Parameter TTR dihitung dengan metode Rosendaal untuk melihat proporsi jumlah hari pasien dalam rentang terapetik INR terhadap total hari pasien dalam terapi warfarin secara linear. Analisis bivariat dilakukan terhadap faktor-faktor demografis-klinis yang berhubungan dengan TTR rendah, dan analisis multivariat dengan regresi logistik dilakukan untuk mengevaluasi faktor-faktor tersebut yang berhubungan independen dengan TTR rendah untuk pembuatan model prediksi. Hasil: Sejumlah 88 penderita sebagai subjek penelitian dengan rerata TTR 40,8±25,1%, 77 penderita dengan TTR <70% dan 11 penderita dengan TTR ≥70%. Analisis bivariat didapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan TTR <70% (p<0,25) adalah merokok, hipertensi, obesitas, stroke infark, penyakit hepar, komorbid >2, dan penggunaan obat spironolakton. Analisis multivariat lanjutan didapatkan tidak satupun faktor yang berhubungan secara independen terhadap TTR <70%. Simpulan: Faktor-faktor demografis dan klinis tidak dapat memprediksi keluaran kualitas kendali antikoagulasi buruk dengan parameter TTR <70% secara independen pada penderita FA valvular dalam terapi warfarin pada penelitian ini.

Background: Valvular atrial fibrillation is a subset of atrial fibrillation (AF) patients with highest risk of stroke and thromboembolism, in which warfarin as vitamin K antagonist is the only drug of choice for stroke prevention in valvular atrial fibrillation to date. Warfarin with its narrow therapeutical range still a main problem in practical use. Guidelines suggest to calculate the person's time in therapeutic range (TTR) of INR PT (International Normalized Ratio, from Prothrombin Time) for assessing quality of anticoagulation control in patients with warfarin. Some studies found demographic and clinical factors can predict patients with poor anticoagulation control in nonvalvular AF patients. Prediction of population at risk with poor anticoagulation control in valvular AF patients on warfarin therapy have not been studied. Aims: To identify the TTR value of valvular AF patients on warfarin therapy in real-world clinical setting, and demographic-clinical factors associated with low TTR for prediction model of poor anticoagulation control. Methods: Retrospective cohort study was conducted on valvular AF patients on warfarin therapy from medical record in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta on January 2014-November 2016. Time in therapeutic range was calculated by Rosendaal method to assess proportion of days in INR range compared to total days on warfarin therapy as linear function. Univariate analysis was done to assess demographic-clinical factors associated with low TTR, and multivariate analysis by binary logistic regression was done to evaluate which factors independently associate with low TTR for prediction model. Results: Eighty-eight patients was included as subjects in this study, with means of TTR was 40,8±25,1%. There was 77 subjects with TTR <70% and 11 subjects with TTR ≥70%. Univariate analysis founds factors including active smoker, hypertension, obesity, ischemic stroke, liver disease, comorbid more than 2 associates with TTR <70% (p<0,25). Multivariate analysis was done on these factors but founds no factor independently associates with TTR <70%. Conclusion: Demographic and clinical factors does not predict poor anticoagulation control of TTR <70% independently in valvular AF patients on warfarin therapy.

Kata Kunci : atrial fibrillation, valvular AF, warfarin, anticoagulation control, time in therapeutic range, TTR.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.