Laporkan Masalah

WAJAH PERS di YOGYAKARTA DALAM MEMBERITAKAN PENYERANGAN LAPAS CEBONGAN

ANDREAS, Dr.Phill Ana Nadhya Abrar, M.E.S

2016 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Penyerangan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta oleh anggota Kopassus TNI AD pada 23 Maret 2013 silam menjadi peristiwa yang menggemparkan. Tak hanya bagi masyarakat Yogyakarta, namun media baik lokal maupun nasional cukup ramai memberitakan. Komnas HAM menyatakan penyerangan itu merupakan bentuk pelanggaran HAM, sementara masyarakat di Yogyakarta mendukung aksi Kopassus tersebut dan kemudian mewarnai pemberitaan. Dalam penelitian ini, dua surat kabar di Yogyakarta menjadi obyek penelitian yakni Kedaulatan Rakyat dan Tribun Jogja. Penelitian ini menggunakan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Norman Faircloug. Wawancara dengan redaksi dan aktor yang mendukung dalam praktik sosial kultural dilakukan untuk mendukung analisa teks. Dari hasil penelitian, Kedaulatan Rakyat membela aksi Kopassus dan tak sepaham dengan Komnas HAM, sedangkan Tribun Jogja membela HAM meski dalam suatu tempo pembelaan kepada anggota Kopassus juga diwacanakan.

The raid on Lembaga Pemasyarakatan Cebongan (Cebongan Prison), Sleman, The Special Region of Yogyakarta by some members of Indonesian Army special forces, Kopassus, in March 23rd, 2013 shocked the society of Yogyakarta. Both local and national media reported the incident enthusiastically. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM/The National Commission for Human Rights) stated that the assault was a violation of Human Rights. In contrary, some citizens of Yogyakarta supported it, making the reporting of the case more interesting. Approached by Norman Fairclough, discourse analysis methods, this research uses two local newspapers in Yogyakarta, there are Kedaulatan Rakyat and Tribun Jogja. In order to complete the text analysis, interviews with the editors and actors in sociocultural practices are conducted. This research concludes that Kedaulatan Rakyat supported Kopassus and had different opinion from Komnas HAM. On the other hand, Tribun Jogja advocated Human Rights, although justifications for the conduct of the Kopassus personnels also simultaneously appeared on discourses produced by the newspaper.

Kata Kunci : Discourse Analysis, Local Newspaper, Tribun Jogja, Kedaulatan Rakyat

  1. S2-2016-339846-abstract.pdf  
  2. S2-2016-339846-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-339846-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-339846-title.pdf