Laporkan Masalah

Optimasi agribisnis tanaman pangan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat

ARDI, Dr.Ir. Slamet Hartono, MSc

2002 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alokasi lalian untuk agribisnis tanaman pangan khususnya tanaman padi, kedelai dan jagung per kecamatan, selain itu juga bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan dan nilai tambah akibat perubahan usahatani menjadi optimal. Analisis menggunakan model progamasi linier. Validasi model menggunakan interval konfidensi dengan model dianggap valid apabila nilai optimal masiik dalam interval konfidensi. Simulasi dilakukan dengan perubahan aktivitas membeli benih dari luar dan memproduksi sendiri benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan aktivitas optimal maka semua kecamatan mengalokasikan lahan untuk usahatani tanaman padi, sedangkan untuk tanaman kedelai dialokasikan di kecamatan Betara dan tanaman jagung dialokasikan di kecatnatan Tungkal Ilir dan kecamatan Tungkal Ulu yang relatif lebih menguntungkan. Semua sarana produksi pertanian (input) yang digunakan di masing-masing kecamatan yang penyediaannya melalui aktivitas pembelian habis dipergunakan. Dari hasil analisis optimasi diketaliui bahwa terjadi peningkatan pendapatan akibat perubahan aktual menjadi optimal yaitu dari Rp. 4,647948 milyar menjadi Rp. 7,808863 milyar atau terjadi peningkatan sebesar Rp. 3,160915 milyar. Dari hasil. simulasi dengan memproduksi sendiri benih diketahui terjadi peningkatan pendapatan menjadi Rp. 7,87303 milyar dibandingkan bila membeli benili dari luar dengan pendapatan Rp. 7,808863 milyar dan ini berarti ada peningkatan sebesar 0,822 persen, dengan nilai tambah sebesar Rp. 0,0641 67 milyaL

The present research was aimed to identi@ lands allocated for agribusiness food crops, especially, rice, soybean, and maize per sub-district. In addition, it was aimed to examine total income and value added obtained from optimizing agribusiness. Analysis was performed by utilizing linear programming. Validation model exploited confidence interval with model regarded as valid when optimum values was introduced into the confidence interval. Simulation was conducted by changing following activities, form seed external purchasing to seed selfproducing. Result indicated that based on optimum activities, all sub-districts allocated lands for rice agribusiness, while Betara sub-district only allocated lands for soybeans, Tungkal Ilir and Tungkal Ulu sub-districts only allocated lands for maize due to relatively higher profit provided. All agricultural product facilities (input) that the individual sub-district utilized and purchasing provided were used up. Based on optimizing analysis, increasing income resulted from actual to optimum change were from Rp. 4.647948 billion to Rp. 7.808863 billion, or there were Rp. 3.1609 I5 billion of increase. Based on simulation result of seed selfproducing, it was found that there were higher income to be Rp. 7.87303 billion compared than seed external purchasing with income of Rp. 7.808863 billion; it meant that 0.822 percent of increase with value added of Rp. 0.064167 billion were created

Kata Kunci : Manajemen Agribisnis,Tanaman Pangan,Optimasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.