Laporkan Masalah

UPAYA PEMBINAAN MASYARAKAT SADAR WISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN (Studi Kasus di Desa Siraman Wonosari Kabupaten Gunungkidul)

SUPARNO, Harry Supriyono

2016 | Tesis | S2 Hukum

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mengidentifikasi nilai kearifan lokal dan tata kelola pemerintahan yang baik dalam pengelolaan lingkungan di Desa Siraman. 2) menyusun sinergisitas norma dan peraturan dalam upaya pembinaan terhadap masyarakat sadar wisata di Desa Siraman. 3) mengidentifikasi kendala, peluang, dan harapan pengembangan wisata berbasis lingkungan di Desa Siraman. Penulis menggunakan penelitian nondoktrinal atau penelitian empiris. Sumber bahan hukum primer: meliputi temuan data di lapangan termasuk hasil wawancara, dan UUPPLH. Sumber data sekunder bersifat melengkapi sumber data primer meliputi buku-buku, peraturan perundang-undangan, Kitab Suci, dokumen, laporan, arsip dan hasil penelitian lainnya. Subyek penelitian terdiri dari tokoh agama islam, agama katolik, agama hindu, agama budha, perangkat desa, dan dinas pariwisata. Nilai kearifan lokal yang dianut oleh masyarakat Desa Siraman adalah rasulan/sadranan, yakni upacara pembersihan desa yang dilanjutkan dengan makan-makan seluruh warga desa. Norma kearifan lokal yang dianut oleh masyarakat Desa Siraman adalah norma agama yang dianut oleh para pemeluk agama masing-masing, yakni: Islam, Kristen Katolik, Hindu maupun Budha. Upaya pembinaan yang berwawasan lingkungan dapat diwujudkan dengan adanya peraturan desa tentang pembangunan dan pariwisata. Peraturan desa akan membuat masyarakat terikat dengan aturan hukum positif dan wajib melaksanakan. Hal ini akan membuat proses pembangunan dan kegiatan ekonomi masyarakat tertata dan tidak merusak lingkungan. Kendala dalam penerapan adalah adanya resistensi warga yang menginginkan eksploitasi sumberdaya alam besar-besaran. Kendala lain adalah dari aspek sumberdaya manusia. Peluang yang dapat dimaksimalkan adalah adanya potensi mendatangkan wisatawan ke Desa Siraman karena adanya berbagai upacara seperti rasulan/sadranan. Mereka datang untuk merasakan keunikan desa dan kemeriahan acara yang digelar oleh warga masyarakat.

The purpose of this study was to: 1) identify the principle of local knowledge and the principles of good governance in the management of the environment in the village of splash. 2) develop synergy norms and regulations in an effort to provide guidance to communities in the village tourism awareness splash. 3) identify constraints, opportunities and expectations of the environment-based tourism development in the village of splash. The author uses the non-doctrinal research or empirical research. Sources of primary legal materials: include the data findings in the field, including interviews, and UUPPLH. Secondary data sources are complementary primary data sources include books, legislation, Scripture, documents, reports, archives and other research. The research subjects consisted of religious leaders of Islam, the Catholic religion, the Hindu religion, and the Buddhist religion, also village staff, and the board of tourism. The value of local wisdom embraced by villagers Siraman is Sadranan/rasulan, the village cleansing ceremony followed by a bite to eat the whole village. Local wisdom norms embraced by villagers Spray is a religious norms adopted by the followers of their respective religions, namely: Islam, Catholicism, Hinduism and Buddhism. Environmentally sustainable development efforts can be realized with the regulations concerning rural development and tourism. Regulation of the village will make society bound by the rule of positive law and is obliged to implement. This will make the process of development and economic activities of the community organized and do not damage the environment. Constraints in implementation is the resistance of citizens who want the exploitation of natural resources massively. Another obstacle is the aspect of human resources. Opportunities that can be maximized is the potential to bring tourists to the village of Siraman for their various ceremonies like Rasulan / Sadranan. They come to experience the uniqueness of the village and festive events held by citizens.

Kata Kunci : kearifan lokal, lingkungan, tata kelola pemerintahan yang baik. local knowledge, environment, good governance