Laporkan Masalah

DISTRIBUSI SPASIAL TUMBUHAN ASING YANG DIDUGA INVASIF KAWASAN SUB MONTANA RESORT CIBODAS TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO

KING MARPATASINO MS, Prof. Dr. Erny Poedjirahajoe, M.P, Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc.

2016 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan salah satu kawasan dilindungi yang pengelolaannya lebih diarahkan untuk melindungi habitat spesies lokal yang secara global pengawetan keanekaragamannya menunjukkan penurunan yang mengkhawatirkan, diduga disebabkan oleh spesies tumbuhan asing yang bersifat invasif. Sehingga diperlukan penelitian mengenai keanekaragaman, distribusi tumbuhan asing yang dapat menjadi invasif dan pengaruh kondisi biofisik terhadap sebaran jumlah individu tumbuhan asing invasif di kawasan tersebut. Penelitian dilakukan di kawasan sub montana resort Cibodas pada bulan Januari-Maret 2016. Pengambilan data keanekaragaman spesies tumbuhan asing invasif dilakukan dengan analisis vegetasi menggunakan metode petak ganda. Identifikasi spesies tumbuhan asing invasif menggunakan buku panduan lapang Webber (2003) dan ISSG (2005). Pengumpulan data penyebaran spasial dilakukan melalui penandaan pada setiap titik plot pengamatan menggunakan GPS kemudian hasil penandaan diinterpolasikan, pengaruh karakteristik vegetasi dan karakteristik lingkungan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Spesies tumbuhan asing di kawasan hutan Resort Cibodas teridentifikasi sebanyak 8 spesies dari 5 famili dari seluruh plot penelitian. Berdasarkan indeks nilai pentingnya, spesies tumbuhan invasif terdiri dari Eupatorium riparium (10,92) dan Musa acuminata (10,07). Pola sebaran spasial spesies tumbuhan asing invasif berdasarkan indeks Morisita dan hasil interpolasi IDW cenderung mengelompok pada kondisi kawasan yang relatif terbuka. Karakteristik vegetasi yang berpengaruh terhadap jumlah spesies tumbuhan asing invasif adalah penutupan horizontal tajuk, penutupan horizontal tumbuhan bawah dan kepadatan semai. Sedangkan karakteristik lingkungan yang berpengaruh terhadap jumlah spesies tumbuhan asing invasif adalah suhu, kelembaban, kemiringan dan ketinggian.

Gede Pangrango Mountain National Park is one of the protected areas which managed to protect the habitat of local species which preservation of biodiversity shows an alarming decline globally. It is suspected because of invasive alien plant species. Therefore, research on the diversity, distribution of alien plants that can be invasive and the effect of biophysical conditions of invasive alien plant distribution is needed. Research conducted in the sub Montana region, cibodas resort in January-March 2016. Data collection of invasive alien plant species diversity was done by vegetation analysis using a double plot method. Identification of invasive alien plant species used a field guide books Webber (2003) and ISSG (2005). The data collection of spatial distribution was done by making mark on each point of plot observastion by GPS. The tagging results was interpolated, the effect of the vegetation characteristics and environmental characteristics were analyzed by multiple linear regression. Alien plant species in cibodas resort was identified has 8 species of 5 families from around the research plots. Based on the index of its importance, invasive plant species consists of Eupatorium riparium (10.92) and Musa acuminata (10.07). Spatial distribution pattern of invasive alien plant species based on index Morisita and IDW interpolation tend to be clustered in a relatively open area conditions. Vegetation characteristics that affecting the number of invasive alien plant species are horizontal canopy closure, horizontal undergrowth closure and density of seed. Whereas, the environmental characteristics that affecting the number of invasive alien plant species are temperature, humidity, slope and elevation.

Kata Kunci : Keanekaragaman, Pola Penyebaran Spasial, Spesies Tumbuhan Asing Invasif, Karakteristik Vegetasi, Karakteristik Lingkungan