SANKSI KODE ETIK DAN UPAYA HUKUMNYA TERHADAP PELANGGARAN JABATAN YANG DI LAKUKAN OLEH NOTARIS DIKOTA BANJARMASIN
MARDIANTOS, Sigid Riyanto, S.H., M.Si.
2016 | Tesis | S2 KenotariatanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam mengenai sanksi dan penegakan hukum yang diterapkan kepada Notaris yang telah melakukan pelanggaran dalam jabatannya serta upaya apa yang dapat dilakukan Notaris apabila dijatuhkan sanksi kode etik. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat yuridis empiris yaitu penelitian yang mengutamakan kepada penelitian lapangan untuk memperoleh data primer. Untuk menunjang melengkapi data, maka dilakukan penelitian normatif yaitu dengan cara melakukan penelitian kepustakaan untuk menunjang penelitian lapangan tersebut yang bearti akan menelaah dan mengkaji data primer yang diperoleh dari penelitian tersebut. Penelitian kepustakaan dilakukan melalui studi dokumen dan kepustakaan. Sedangkan penelitian lapangan dilakukan melalui wawancara yang dilakukan dengan teknik wawancara semi�structured. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pelanggaran kode etik yang dijatuhkan kepada Notaris yang melanggar Pasal 3 ayat (9), ukuran papan nama yang tidak sesuai dengan ketentuan Kode Etik Notaris, Pasal 4 ayat (2), memasang papan nama dan/atau tulisan yang berbunyi "Notaris/Kantor Notaris di luar lingkungan Kantor, Pasal 4 ayat (3) huruf b, melakukan publikasi atau promosi diri dengan mencantumkan nama dan jabatannya, menggunakan sarana media cetak dan/atau karangan bunga dalam bentuk ucapan selamat pada pembukaan cabang, Majelis Pengawas telah memberikan teguran lisan dan teguran tertulis.(2). Bagi Notaris yang telah dijatuhkan sanksi atas pelanggaran kode etik dapat melakukan upaya pembelaan diri, mengajukan keberatan kepada Majelis Pengawas yang lebih tinggi.
The objective of this research was to dig out the in-detailed explanation about the sanctions and legal enforcement applied to the notaries who have committed violations. This research also explores efforts which can be done by a notary after getting sanctions for violation of code of conduct. This research is juridical empirical research which gives priority to the field research to obtain primary data. To support data completion, the researcher conducted the normative research by doing literature research to support the field research. Data gained were used to examine and assess primary data obtained from these studies. The literature research was done through the study of documents and literature. Meanwhile, the field research was conducted through interviews by using semi-structured interview techniques. Data were analyzed qualitatively. The results of research show that : (1) Santions for the violations of Notary Ethical Codes are given to those notaries who violate Article 3 paragraph (9), the size of namesign board violates the provision from Notary Ethical Code, Article 4 paragraph 2, installing a board outside the office, Article 4 Paragraph 3 letter b, having self publication or promotion by mentioning names and profession, using printed media and/or flower bouquet to express congratulation for the opening of branch of a bank. The Supervisory Board had sent oral and written reprimands. (2). Notaries who have gotten sanctions for violations of the code of conduct are allowed to propose for self-defense effort by filing objections to higher Supervisory Board.
Kata Kunci : Sanksi, Kode Etik, Notaris