FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONTRIBUSI MAKANAN LUAR RUMAH TERHADAP ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN MIKRO ANAK SEKOLAH PENDERITA ANEMIA GIZI BESI DI KECAMATAN KARTASURA KABUPATEN SUKOHARJO
NUGRAHENI TRI LESTARI, Prof. dr. Hamam Hadi, MS., ScD; Prof. dr. M. Jufrie, SpA(K)., PhD
2016 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/GKLatar Belakang: Salah satu cara untuk mengatasi masalah anemia pada anak usia sekolah adalah dengan memperbaiki kebiasaan makannya. Konsumsi makan yang tidak seimbang dan berlangsung lama akan dapat menimbulkan masalah gizi sementara dengan gizi yang baik akan memungkinkan tercapainya pertumbuhan fisik dan perkembangan otak serta kemampuan kerja dan kesehatan fisik yang optimal. Kebiasaan makan yang baik dapat mempengaruhi kadar Hb, baik zat gizi makro maupun mikronya. Perilaku anak dalam memilih makanan jajanan yang dibeli mempunyai dampak positif maupun negatif bagi kesehatan anak. Makanan jajanan memberikan kontribusi gizi yang nyata terhadap beberapa kelompok konsumen terutama anak sekolah, karena itu dapat dipahami peran penting kontribusi makanan jajanan pada pertumbuhan dan perkembangan anak sekolah. Tujuan Penelitian: Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi kontribusi makanan luar rumah terhadap asupan total zat gizi makro dan mikro anak sekolah penderita anemia di Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Metode Penelitian: Penelitian merupakan penelitian analitik observasional menggunakan rancangan cross sectional. Subyek adalah anak sekolah usia 9 – 11 tahun yang menderita anemia di wilayah kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo, Jawa tengah. Data yang dikumpulkan yaitu identitas sampel, faktor yang mempengaruhi kontribusi makanan luar rumah dan kontribusi makanan luar rumah yang dikumpulkan dengan metode recall 24 jam selama 12 hari. Untuk mengetahui hubungan keduanya digunakan analisis Chi Square. Hasil : Rata-rata asupan untuk energi sehari adalah 1021,71 ±93,02 Kkal, Karbohidrat 157,19 ±16,16 g, Protein 27,31±3,78 g, Lemak 31,31±6,01 g, sementara untuk zat gizi mikro Vitamin A 272,76 ± 211,12 IU, Vitamin C 13,11±6,01 mg, zat besi 4,35±1,2 mg, serat 4,48±0,85 mg serta zink 3,16±0,42 mg. Rata-rata asupan dari makanan jajanan adalah energy 223.62 ± 108,69 Kkal, Karbohidrat 36,29 ± 20,77 g, Protein 4,98 ± 4,45 g, lemak 6,57 ±5,62 g, Vitamin A 47,59 ± 24,11 IU, Vitamin C 3,61 ± 6,35 mg, zat Besi 0,78 ± 0,68 mg, Serat 4,07 ± 24,11 mg, serta Zink 0,61 ±0,97 mg. Kesimpulan :Tidak ada hubungan antara jenis kelamin anak, umur ibu, pendapatan keluarga pekerjaan ibu, dan jumlah anak dengan asupan zat gizi makanan luar rumah atau makanan jajanan. Ada hubungan antara pendidikan ibu dengan asupan zat gizi makanan luar rumah atau makanan jajanan
Background: One way to overcome the problem of anemia in school-age children is to improve eating habits. Unbalanced food consumption and lasts longer be able to cause nutritional problems while with good nutrition will enable the achievement of physical growth and development of the brain and the ability to work and optimal physical health. Good eating habits can affect Hb, both macro and micro nutrients. The behavior of children in choosing the snack food purchased has positive and negative effects for children's health. Snack food nutrition contributes significantly affect some groups of consumers, especially school children, because it can be understood an important role in the growth contribution of street food and the developmentof school children. Objective: The aim of this study was to determine the factors that affect the contribution of food outside the home to the total intake of macro and micro nutrients anemia school children in Kartasura Sukoharjo. Methods: The study was an observational analytic research using cross sectional design. The subjects were school children aged 9-11 years who suffer from anemia in Kartasura Sukoharjo, Central Java. The data collected was the identity of the sample, the factors affecting the contribution of outside food of the home snack contributions. Collected by the 24-hour recall method for 12 days. To find out the relationship both of the factors were used chi square analysis. Results: The average daily intake of energy was 1021.71 ± 93.02 Kcal, Carbohydrates was 157.19 ± 16.16 g, Protein was 27.31 ± 3.78 g, Fat was 31.31 ± 6.01 g, while for micronutrients Vitamin A was 272.76 ± 211.12 IU, Vitamin C was 13.11 ± 6.01 mg, iron was 1.2 mg ± 4.35 fiber was 4.48 ±0.85 mg and zinc was 3, 16 ± 0.42 mg. Average intake of snack foods was 223.62 ± 108.69 kcal of energy (22%) carbohydrates was 36.29 ± 20.77 g (23,08%), protein was 4.98 ± 4.45 g (18,23%), fat was 6.57 ± 5.62 g (21,1%), Vitamin A was 47, 59 ± 24.11 IU (17,44%), Vitamin C was 3.61 ±6.35 mg (27,53%), Iron was 0.78 ± 0.68 mg (17,9%), Fiber was 24.11 ±4.07 mg (90%), and Zink.was 0.61 ± 0.97 mg (19,30%) Conclusion: There was no relationship between the gender of the child, mother's age, mother's family income, mother's jobs, and the number of children with nutrient intake of food outside the home or street food. There was a relationship between mother’s education with nutrient intake of food outside the home or street food
Kata Kunci : Anemia school children, food outside the home, nutritional value.