Kritik Teks 'Hikayat Qamaruzzaman' Kajian Neo-Lachmannian dan Transformasinya
FARHANA AULIA, Dr. Fadlil Munawwar Manshur, M.S.
2016 | Tesis | S2 Ilmu SastraPenelitian ini mengungkapkan kritik teks pada naskah tunggal Hikayat Qamaruzzaman (HQ) di tengah peran kehadiran teks cetak litografi dengan perspektif filologi modern yaitu kajian Neo-Lachmannian. Perteksan dari masa manuskrip, litografi hingga cetak print sebagai peralihan keberaksaraan tulis dan keberaksaraan cetak diungkapkan dengan analisis transformasi teks. Penelitian ini menggunakan dua karya sastra beraksara Jawi dan dua karya terjemahan berbahasa Indonesia berhuruf latin sebagai korpus penelitian yang berasal dari tradisi penulisan sastra yang berbeda. HQ sebagai manuskrip Jawi, teks Qamar al-Zaman versi cetak litografi atau cap batu, dan teks penggalan episode Qamaruzzaman pada Seribu Satu Malam berbahasa Melayu Lama (Indonesia ejaan Soewandi) versi cetak print, serta teks episode Qamaruzzaman pada terjemahan cetak print versi Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kritik teks kajian Neo-Lachmannian. Hal ini berkaitan dengan penilaian dan uji keabsahan teks yang dipakai dalam penelitian. Metode analisis pada penelitian ini digunakan dua metode analisis perbandingan, yaitu deskriptif komparatif dan historis komparatif. Hasil pembahasan penelitian ini di antaranya yaitu kritik teks pada teks HQ sebagai naskah tunggal (codex unicus) di tengah kehadiran teks cetak Qamar al-zaman pada masa sejarah penerbitan awal Melayu merupakan kritik teks dengan kekhasan metode, teori dan tekniknya. Neo-Lachmannian menjadi alternatif dari kajian yang dapat berterima untuk tujuan penelitian ini sesuai permasalahan dan keberadaan teksnya.Teks litografi menjadi teks saksi paling kuat bahkan menjadi landasan untuk menghadirkan edisi teks yang dianggap ‘paling pantas’ ditampilkan, paling mutakhir, paling lengkap dan paling sesuai dengan tujuan penyuntingan. Teks HQ sebagai manuskrip dengan informasi yang sangat minim terbantu dengan teks litografi yang keabsahannya sebagai teks pembanding dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Meskipun demikian, naskah tunggal tetap dapat diteliti sebagai karya terjemahan secara tunggal. Peran teks litografi pada penelitian ini sangat membantu filolog dalam merekonstruksi teks sesuai tujuan penelitian. Terlebih pada studi kasus cerita berbingkai yang telah diterjemahkan atau diinterpretasi dalam beragam tradisi penulisan, bahasa dan sastra. Sebagai teks terjemahan, Qamaruzzaman memiliki wajah yang berbeda-beda di tiap kehadirannya pada pembacanya. Kreativitas penyalin atau penulis dalam tahap transmisi teks terjadi pada suatu varian teks menjadi sumber kreasi, seperti pemberian komentar, penerjemahan dan penyaduran. Dalam kasus ini, penyalin dipandang sebagai pembaca kreatif, yang berkat tanggapannya sekaligus menjadi pencipta teks. Di situ terjadilah transformasi teks. Hal ini membantu peneliti dalam menghadirkan edisi teks yang paling representatif tentang Hikayat Qamaruzzaman sebagai penggalan teks cerita berbingkai bersumber dari ‘Kisah 1001 Malam’ atau Alf Lailah wa Lailah.
This study reveals textual criticism on codex unicus of Hikayat Qamaruzzaman (HQ) in the presence of lithography text with the perspective of modern philology, which is the study of Neo-Lachmannian. Textualities from manuscript era, lithography to print literacy as a transition of literacy, and print literacy are revealed by text transformation analysis. This study uses two literary works in Aksara Jawi and two works in Bahasa Indonesia as research corpus that come from different traditions of literary writing. HQ is the Jawi manuscripts, Qamar al-Zaman text is the lithography version or cap batu, and text fragment of Qamaruzzaman episode in Seribu Satu Malam is the Old Malay (Soewandi of Indonesian spelling) print version, as well as Qamaruzzaman episode text is the print version of Indonesian translation. This research applies neo-Lachmannian textual criticism study. This relates to the assessment and validity test of the text used in the research. The analysis method of this research uses two methods of comparative analysis, the comparative descriptive and historical comparative. The results of the discussion is textual criticism on HQ manuscript as a codex unicus in the presence of printed text of Qamar al-Zaman in Malay early publishing history is textual criticism with its particular method, theory and technique. Neo-Lachmannian is an alternative of study that can be acceptable for the purposes of this research, which is appropriate for the problems and the presence of the text. Lithography text becomes the most powerful text even to be the foundation for the present edition of the text which is considered the 'most appropriately' displayed, the latest, the most complete and the most suitable with the purpose of editing. HQ as the manuscript with very minimum information is helped by lithography text which its validity as a comparison text can be scientifically accountable. Nevertheless, a single copy can still be studied as a single translation work. The role of lithography text in this study is very helpful in reconstructing the text corresponding to philologist research purposes, especially in the case study of framed stories that have been translated or interpreted in a variety of writing tradition, language and literature. As translated text, Qamaruzzaman has a different face in each of its presence to the reader. Creativity of copyists or writers in the stage of text transmission occurs in a text variant into the source of creation, like commenting, translating and adaptating. In this case, the copyist is seen as a creative reader: its response as well as its creation of the text. It is where the transformation of the text happens. This helps the researcher in presenting the most representative text edition of Hikayat Qamaruzzaman as snippets of framed story text from Kisah 1001 Malam or Alf Lailah wa Lailah.
Kata Kunci : Kata kunci : kritik teks, transformasi, neo-lachmannian, teks litografi, filologi modern, Hikayat Qamaruzzaman.