PERAN SEKTOR PARIWISATA PADA PEREKONOMIAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
CHANDRA EFNU SAPUTRA, Dr. Wahyu Widayat, M.Ec.
2016 | Tesis | S2 Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis angka pengganda sektor pariwisata pada perekonomian Provinsi DIY, menganalisis keterkaitan sektor pariwisata dengan sektor lainnya dan menganalisis posisi sektor pariwisata pada perekonomian Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu Tabel Input-Output DIY Tahun 2010 dan jumlah tenaga kerja 9 sektor perekonomian di DIY pada tahun yang sama. Data-data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik DIY. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini antara lain analisis angka pengganda (multiplier analysis), analisis keterkaitan (linkage analysis) dan analisis sektor-sektor unggulan (key sectors analysis) dengan menggunakan metode Rasmussen/Hirschman. Hasil analisis input-output menunjukkan sektor pariwisata dengan angka pengganda output tertinggi adalah sektor transportasi dan pergudangan, angka pengganda pendapatan tertinggi adalah sektor penyediaan akomodasi dan angka pengganda tenaga kerja tertinggi adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran. Sektor pariwisata dengan nilai keterkaitan ke belakang tertinggi yaitu sektor transportasi dan pergudangan, serta nilai keterkaitan ke depan tertinggi adalah sektor informasi dan komunikasi. Berdasarkan Metode Rassmusen/Hirschman, sektor pariwisata yang merupakan sektor unggulan adalah sektor transportasi dan pergudangan, dan sektor penyediaan makan minum.
This study aims to analyze tourism sector multipliers in the economy of Province of DIY, analyze tourism sector linkages to other sectors and analyze the position of the tourism sector on the economy of the province of Yogyakarta. The data used in this research is Input-Output Table of Province of DIY in the year 2010 and sectoral employment. These data were obtained from the Central Statistics Agency in the Province of DIY. This research used multiplier analysis, linkage analysis and key sectors analysis using the method of Rasmussen / Hirschman. The results of input-output analysis shows that the tourism sector with the highest output multiplier is transportation and storage sector, the highest income multiplier is accommodation sector and the highest labor multiplier is trade, hotel and restaurant sector. Tourism sector with the highest value of backward linkages is transportation and storage sector, and the highest value of forward linkages is information and communication sector. Based on Rassmusen / Hirschmans method, the leading sector in tourism sector is transportation and storage sector, and food services activities sector.
Kata Kunci : Sektor Pariwisata, Input-Output, Angka Pengganda, Nilai Keterkaitan, Sektor Unggulan.