Laporkan Masalah

Kelayakan investasi usaha pengolahan daging sapi di Kota Yogyakarta

AMBARWATI, Betty Kusuma, Dr.Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, MS

2002 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Pengolahan produk pertanian, adalah suatu cara untuk mengatasi karaktexistik produk produk pertanian yang mudah rusak, khususnya produksi peternakan. Proses ini meliputi kegiatan penanganan (handling), pengamanan (safety), peningkatan mutu (termasuk nilai gizi), ketahanan pangan (food safety) terhadap kualitas dan kuantitas. Dalam hal ini dilakukan anaha terhadap pengolahan dagmg sapi, di mana dagmg sapi diproses menjadi abon, dendeng dan bakso Analisis ini sebagian besar mengenai persediaan bahan bakq proses produksi yang mudah atau praktis dilakukan, output yang dihasilkan awet (tahan lama) Tersedianya bahan baku, kemudahan dalam proses produksi, peralatan produksii bisa disiipan berbulan-bulan dan peluang pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah mengukur kelayakan investasi usaha, dan menenfukasl tingkat keuntungan diantara tiga macam pengolahan dagmg sapi. Untuk mengetahui batas rugi laba, diukur dengan analisa titik impas atau Break Event Point, sedangkan kelayakan investasi, diukur dengan indikator Net Present Value (NPV), Net BeneJit Cost Ratio (Net B/C ratio), Internal Rate ofReturn (IRR) dan Payback Period. Penelitian ini diIakukan di Kota Yogyakarta, mengingat kapasitas per K hasil olahan abon, dendeng dan bakso yang tertinggi dibanding dengan Kabupaten lain di DIY. Data yang dqpakan adalah data primer yang diperoleh dengan mewawancarai pengolah abon, dendeng dan bakso. Data sekunder yang diperoleh dari laporan, buku-buku dan lembaga instansi terkait yang ada hubungan dengan penelitian Hasil analisis pendapatan waha, menunjukkan bahwa pendapatan bersih terbesar adalah usaha pengolahan bakso dengan pendapatan bersih per tahun sebesar Rp 40.050.771,- dengan WC ratio 1,0595. Investasi pa& pengolahan daging menunjukkan bahwa investasi pada ketiga usaha ini adalah layak untuk dilanjutkan. Secara finansial, investasi usaha pengolahan abon ,dendeng dan bakso dagmg sapi layak dilakukan dan menguntungkan. Dari ketiga usaha ini yang paling layak dan paling menguntungkan adalah usaha pengolahan bakso, karena pa& saat dilakukan analisis sensitiitas dengan adanya perubahan penurunan pa& harga output dan kenaikan biaya produksi sebesar 3 persen, secara ljnansial investasi hanya layak dilanjutkan pa& usaha pengolahan bakso saja

Processing of agricultural products is a method to overcome a perishable characteristic of products, especdy for livestock productions. The processing is includmg handling, safety, quality improving (include nutrient value), food safety toward the quality and its quantity. Processing beef to analysis in this, the beef were processed to be abon, dendeng and bakso The analysis is mady considering about raw material supply, practical production process, durable output that can be stored for several months and marketing opportunities. The objectives of the study is measuring appropriateness of investment and determining the profitable ranks between three kind of (processing beef). For understand limit profit and loss, was measure by Break Event Point analysis, while investment appropriateness was measured by indicators, such as NPV, Net B/C, IRR and Payback period of investment This research was conducted in Yogyakarta, since the daily processing capacity of abon, dendeng and bakso is the highest compared to other regencies in DIY. Primary data were used in this analysis which were gathered by interviewing the abon, dendeng and bakso producers, while the secondary data were collecting fiom reports, books fiom the institutions related to the research goals. Result of income analysis showed that net income of bakso processing receives the net income per year of Rp 40,050,771,- with WC ratio of 1.0595. Investment on meat processing show that the investment on all these three businesses are appropriate to be continued. Financially, the processing business investments of abon, dendeng and bakso fiom beef were appropriate and profitable. However, the most appropriate and profitable fiom the three businesses were processing of bakso. Nevertheless, if there is change of output price and production cost of 3%, then the two businesses of abon and dendeng will dot be appropriate any more, but financially the investment on business balrso will still appropriate to be conducted.

Kata Kunci : Investasi Usaha,Pengolahan Daging Sapi, Beef Processing Business, Investment, Income, Financial, and Sensitivity


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.