Budaya Materi Sebagai Simbol Dalam Pengaturan Lahan Pada Komunitas Adat Krowe di Kampung Romanduru, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur
PUTRI NOVITA T, Dr. Mimi Savitri, M.A.
2016 | Tesis | S2 Ilmu ArkeologiTesis ini mendiskusikan tentang budaya materi sebagai simbol, sistem kognisi, dan pengaturan lahan pada komunitas adat di kampung Romanduru, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Indonesia, yang dikenal sebagai Ata Krowe (Orang Krowe). Pertanyaan yang diajukan dalam tesis ini adalah bagaimana penggunaan budaya materi sebagai simbol-simbol yang mencerminkan sistem kognisi komunitas adat Krowe pada pengaturan lahan yang berdamapak pada pembentukan lanskap. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan mengeksplorasi hal-hal di balik penggunaan budaya materi sebagai simbol yang berkaitan dengan pengaturan lahan. Studi ini menerapkan teori fenomenologi yang diaplikasikan pada studi lanskap, mengacu pada teori Christopher Tilley: fenomenologi lanskap. Teori ini diterapkan untuk mendefinisikan penggunaan budaya materi sebagai simbol pada tiap-tiap ruang di dalam lanskap. Sebagai contoh, fungsi dari wua mahe yang merepresentasikan tiap-tiap suku yang tinggal di sebuah kampung selalu berkaitan dengan simbol-simbol budaya lain, seperti watu mahang dan ai tali. Seluruh simbol tersebut menunjukkan adanya pembagian ruang di dalam laskap perkampungan Ata Krowe. Hasil penelitian yang dilakukan juga menunjukkan bahwa pengalihan sistem kognisi dilakukan oleh nenek moyang terdahulu kepada generasi berikutnya. Sistem kognisi berupa kesadaran tersebut diperoleh melalui pengalaman-pengalaman nenek moyang yang terlebih dulu datang dan membuka sebuah kampung. Suku yang pertama kali datang tersebut memiliki hak atas pengaturan lahan bagi suku-suku yang datang kemudian. Suku yang datang pertama kali tersebut menyandang jabatan Tana Puan. Generasi berikutnya kemudian melanjutkan pola-pola tersebut hingga membentuk sebuah lanskap budaya di dalam perkampungan. Tesis ini, secara keseluruhan mencermati adanya relasi antara budaya materi sebagai simbol, Tana Puan, sistem kognisi, pengaturan lahan, dan fenomenologi lanskap.
This thesis discusses about the use of material culture as symbols, cognitive system, and land organization of the community known as Ata Krowe (Krowe people) living in Romanduru, Sikka Regency on Flores Island, Indonesia. The question raised in this thesis is how the use of of material culture as symbols reflect a cognitive system of Krowe Adat community in organizing of land to form a landscape. To answer the question, the research has been conducted to explore the way in which behind the use of material culture as symbols that related to the organization of land. This study is advanced a theory of phenomenology that applied in landscape study, refer to Christopher Tilleys theory of phenomenology of landscape. This theory is applied to define the use of material culture as symbols in certain space in a landscape. For instance, the use of wua mahe that represent each suku (clan) living in a village related to other symbols named watu mahang and ai tali. All of them related to the organization of space in the landscape. The finding during this research shows that the cognitive system is transferred by the experience of the former ancestor that living in an ancient village, and the descendants follow it as a pattern that forming landscape. The former people also had a privilige that regulate the organization of land among the village community. This former people is called Tana Puan. Thus, this thesis strenghten the relation among material culture as symbols, Tana Puan, cognitive system, phenomenology of landscape, and the organization of land.
Kata Kunci : budaya materi sebagai simbol, sistem kognisi, pengaturan lahan, dan fenomenologi lanskap