Laporkan Masalah

Manajemen pengendalian kualitas produk ikan tuna ekspor di PT. Perikanan Samodra Besar Benoa Bali

YUDHARI, Dewa Ayu Sri, Dr.Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, MS

2002 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Tesis ini berjudul “Manajemen Pengendalian Kualitas Produk Ikan Tuna Ekspor di PT. Perikanan Samodra Besar Benoa Bali, bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana penerapan quality control di PT. Perikanan Samodra Besar Cabang Benoa Bali, dan (2) mengetahui bagaimana pengaruh quality control terhadap tingkat keberhasilan produksi, terutama untuk produk ikan tuna segar dan olahan. Tujuan ekspor ikan tuna segar dan olahan antara lain Amerika Serikat, Jepang, Uni Eropa, dan Australia. Data primer yang dipergunakan dalam analisa terdiri atas proses produksi mulai dari bahan baku sampai dengan produk akhir dan standar kualitas yang ditetapkan perusahaan, serta data sekunder yang meliputi data pengujian fisik penerimaan dan penolakan bahan baku yang akan digunakan dalam proses produksi, pengawasan kualitas yang telah dilaksanakan perusahaan mulai dari bahan baku sampai dengan produk akhir, data lain yang berkaitan dengan masalah pengendalian kualitas produk, dan data - data pendukung lainnya. Pendekatan yang dipergunakan adalah secara deskriptif dan statistik. Analisis peta kontrol untuk jenis bigeye memperlihatkan adanya tingkat penolakan (reject) yang lebih keeil dibandingkan dengan keseluruhan produksinya. Sedangkan analisis untuk jenis yellowfin memperlihatkan tingkat penolakan yang cukup tinggi. Analisis trend memperlihatkan reject ikan tuna jenis bigeye cenderung meningkat, sedangkan unt& jenis yellowfin analisis trend cenderung menurun. Namun dimulai dari kuartal TI terdapat peningkatan pada volume ekspor secara signifikan. Analisis trend volume reject mengalami penurunan namun volume reject masih jauh lebih banyak danpada volume ekspor. Pada analisis trend berat loin cenderung meningkat ha1 ini dapat diartikan kualitas produk loin bagus. Produk ekspor jenis bigeye lebih banyak dalam bentuk fresh tunu sedangkan untuk jenis yellowfrn banyak diolah menjadi produk loin yang dibekukan. Hasil analisis memperlihatkan bahwa penerapan quulzty control untuk Bigeye lebih efektif dibandmgkan dengan Yellowfin. Dari kondisi ini dapat disarankan bahwa pengawasan dalam penerapan qualiq control untuk Yellowfin mulai dari penangkapan sampai unit pengolahan hams dilakukan secara efektif di masa yang akan datang

The thesis entitled " Quality Control Management for Export Tunafish Product At PT. Perikanan Samodra Besar Benoa Bali was aimed to (1) evaluate the implementation of quality control at PT. Perikanan Samodra Besar - Branch Benoa Bali, and (2) reveal the influence of quality control to the rate of production quality, especially for fresh tuna and manufactured product. The destination of exports of fresh tuna and manufactured fish are United States, Japan, Uni - Europe and Australia Primary data were used in the analysis such as production process started from raw materials until end products and company's standard of quality, also secondary data that covered raw material's reception dan rejection physical testing that would be used in production process, company's quality monitoring, started from raw materials until end products, other data that related with product quality monitoring, and other needed data. Descriptive and statistical approach were applied. Control chart analysis for Bigeye shows that there is a lower rejection level with respect to the whole production. On the otherhand, YellowJin analysis shows a fairly high rejection level. Trend analysis showed that Bzgeye tuna's rejection level tends to increase, while Yellowfan's trend analysis decrease. Meanwhile, started from the second week's there is an increase in export volume significantly. Rejection volume's trend analysis decreased, but its volume was still higher than its export volume. Loin weight trend analysis tended to increase, that might be taken as it has good quality. Bigeye export product were mostly as freshtuna but Yellowfan were mostly processed as frozen loin products. The result show that implementation of quality control for Bigeye more effective than that of Yellowfm. Due to the condition that can be suggested that monitoring in implementation of quality control for Yellowfin since in the hauling to the processing unit should be effectively done in the future

Kata Kunci : Manajemen Agribisnis,Pengendalian Kualitas,Ekspor Ikan Tuna


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.