Pengaruh Marketing Mix terhadap keputusan pembelian susu bubuk oleh rumahtangga di kota Yogyakarta
WISNUBRATA, Herman Yosef Harya, Dr.Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, MS
2002 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisDewasa ini masyarakat telah menyadari akan arti pentingnya mengkonsumsi susu. Menurut hasil Susenas DIY tahun 2000, penduduk Yogyakarta tercatat 3.109.142 jiwa dan diperkirakan menjadi 3.165.622 jiwa pada tahun 2005. Hal ini menyebabkan permintaan susu bubuk juga meningkat. Gejala ini ditangkap oleh perusahaan yang bergerak di bidang susu bubuk untuk meningkatkan produksinya untuk dapat mengkat hati konsumen untuk mengkonsumsi hasil produksinya. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menerapkan strategi pemasaran menggunakan variabe-variabel dari marketing mix. Tuj uan penelitian hi adalah untuk mengetahui faktor-faktor dari marketing mix yang mempenganh keputusan pembelian susu bubuk dan seberapa besar pengaruh tersebut terhadap keputusan pembelian susu bubuk oleh ibu-ibu rumahtangga di Kota Yogyakarta. Faktor-fakto marketing mix meliputi variabel produk (variasi rasa, variasi kemasan, merek, komposisi bahandan kualitas), harga (harga dan potongan harga), saluran distribusi (kemudahan mendapatkannya), dan promosi (klan dan pemberian bonus). Pengwnpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pa& rumahtangga di yogyakarta. Kemudian dilakukan pemberian score menggunakan skala lkert. Untuk membuktikan hipotesis dilakukan analisis regresi berganda. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Secara bersama-sama produk, harga, saluran distribusi, " dan promosi memillki pengaruh yang positif sigmfkan terhadap keputusan pembelian susu bubuk konsumen. Produk dan promosi masing masing memilk pengaruh yang positif signifkan terhadap keputusan pembelian konsumen. Harga memilki pengaruh yang negatif tidak sigmfkan terhadap keputusan pembelian susu bubuk konsumen. Sedangkan saluran distribusi memiliki pengaruh yang positif tidak signifikan terhadap keputusan pembelian susu bubuk konsumen
Recently, people more realize the importance of milk consumption. According to SUSENAS Daerah Istimewa Yogyakarta, in 2000 these were 3.109.142 people consume milk, and it is predicted will reach 3.165.622 on 2005.This condition leads to the increase of milk powder demand. The milk powder companies realize this . condition. This urges them to increase their production in order to broaden their market. To get this aim companies apply marketing strategy through its marketing mix variables. This research aims to idepfify marketing mix factors that influence the milk powder buying decisiqg, an{ tp palculate to what extend each factor influences the milk powder buying decision pf'bouseholds in Yopabrta. The marketing mix factors consist sf product var?de (Qste, package, brand, ingredient, and quality), price (price and discount), distributjou, aqd promotion (advertisement and bonus). Questionaires were distributed to households in Yogyakarta in order to collect data. Likert Scqles and regression analysis were used to prove the hypothesis. Finally, the analysis shows that the product, price, distribution and promotion accumulatively have positive and significant influence towards the milk powder buying decision. On the other hand, the analysis shows that each marketing mix factor independently has dif€qrqpt iqquence. The price factor influences negatively towards the milk powder buying decision, but this influence is not significant. While the distribution factor influences positively towards the milk powder buying decision, but this influence is not significant, either
Kata Kunci : Manajemen Agribisnis,Marketing Mix,Keputusan Membeli