Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA PAPARAN INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI MEDIA DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH REMAJA DAN DEWASA MUDA Analisis Data SDKI Tahun 2012

PUSPASARI, Prof. Ova Emilia, Sp.OG(K), M.M.Ed, Ph.D.; Dr. Sukamdi, M.Sc.

2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Remaja mempelajari seksualitas melalui observasi media maupun pengaruh lingkungan sosialnya. Pesan yang disampaikan media menjadi faktor yang mempengaruhi pengetahuan, perilaku dan sikap remaja dan dewasa muda. Secara umum, pengaruh paparan media dengan bebasnya memuat konten seksual, menjadi sarana terbesar dalam mempengaruhi perilaku seksual remaja. Di Indonesia sebagian besar remaja mulai berpacaran pada usia 15-17 tahun dengan aktivitas utama berpegangan tangan. Laporan SDKI tahun 2012 sub survei Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR) menyebutkan bahwa hubungan seksual pranikah pada remaja wanita sebesar 1% dan remaja pria 8,3% (BPS, 2013). Tujuan: Mengetahui bagaimana hubungan jenis dan intensitas paparan informasi kesehatan reproduksi melalui media terhadap perilaku seksual remaja dan dewasa muda di Indonesia. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan cross sectional study. Data yang digunakan adalah data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 sub survey Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja dan dewasa muda usia 15-24 tahun di Indonesia dengan kriteria inklusi remaja berusia 15-24 tahun yang mendapat akses informasi kesehatan reproduksi dari media baik surat kabar/majalah, radio maupun televisi dan menjawab iya pada pertanyaan seputar kesehatan reproduksi (penundaan usia kawin, HIV/AIDS, IMS, kondom, KB dan kespro). Hasil: Penelitian menunjukkan remaja dan dewasa muda yang menerima informasi kesehatan jenis keduanya (jenis kesehatan reproduksi dan metode kontrasepsi) memiliki prevalensi yang lebih besar dalam melakukan perilaku seksual pranikah dibandingkan mereka yang mendapat satu jenis informasi. Jenis informasi kesehatan dan perilaku seksual pranikah menunjukkan hubungan yang signifikan dan bermakna. Remaja dan dewasa muda yang tidak terpapar informasi kesehatan reproduksi memiliki prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang terpapar. Kesimpulan: jenis dan intensitas paparan informasi berhubungan signifikan dengan perilaku seksual pranikah. Prevalensi melakukan perilaku koitus paling kecil terdapat pada remaja dan dewasa muda yang mendapatkan paparan informasi kategori tinggi dan menerima informasi jenis kesehatan reproduksi.

Background: The adolescents learn about sexuality through media observation or influence from their environment. The message sent by media become a factor which influence knowledge, attitude and behavior of the adolescents and young adults. In general, the influence of media exposure with free sexual content has become the largest tool in influencing adolescent sexual behavior. In Indonesia, most teenagers start dating at the age of 15-17 years old with holding hand as their main activity. The SDKI report in 2012, sub survey of Adolescent Reproductive Health, states that premarital sexual intercourse by young women are 1% and 8.3% by men (BPS, 2013). Purpose: Understand the relationship between the type and intensity of reproductive health information exposure through the media on the sexual behavior of adolescents and young adults in Indonesia Method: This study was conducted by cross sectional study. The data used is the Indonesian Demographic and Health Survey year 2012 sub survey of Adolescent Reproductive Health. The population in this study are all adolescents and young adults 15-24 years old in Indonesia with inclusive criteria for adolescents aged 15-24 years who have access to reproductive health information from the media both newspapers / magazines, radio and television and answered yes to the questions about the reproductive health (later marriage, HIV / AIDS, STIs, condoms, birth control and reproductive health). Result: This study shows that teenagers and young adults who were exposed to both types of information (reproductive health and contraceptive methods information) have higher prevalence in engaging in premarital sexual activities compared to those who only received one type of information. There is significant correlation between the types of information received and premarital sexual activities . Teenagers and young adults who were not exposed to any kinds of information have higher prevalence compared to those who were exposed. Conclusion: types of information and the exposure intensity significantly correlates with premarital sexual activities. The lowest prevalence of sexual intercourse occurs in teenagers and young adults who received high exposure of information and received information about reproductive health.

Kata Kunci : Jenis infomasi kesehatan, Intensitas paparan, Perilaku seksual pranikah, Remaja,Types of health information, intensity of exposure, premarital sexual behavior,adolescence

  1. S2-2016-355804-abstract.pdf  
  2. S2-2016-355804-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-355804-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-355804-title.pdf