Kinerja kredit agribisnis sebelum dan saat krisis pada Bank Rakyat Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta
WIBAWA, Arif, Dr.Ir. Slamet Hartono, MSc
2002 | Tesis | Magister Manajemen Agribisniskrisis ekonomi yang menerpa Indonesia sejak tahun 1997 yang dimulai dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap valuta asing telah merusak perekonomian Indonesia termasuk di dalamnya industri perbankan. Krisis tersebut membawa kesadaran di kalangan perbankan bahwa sektor industri yang semula banyak diharapkan sebagai lokomotif pembangunan nasional ternyata terbukti keropos. Berbeda dengan sektor industri, sektor usaha pertanian dengan segala bentuk usaha turunannya atau dapat disebut sektor usaha agribisnis yang selama ini hanya selalu dijadikan sebagai pendukung sektor industri ternyata menunj ukkan kinerja lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah: (a) Untuk mengetahui adanya perbedaan perkembangan jumlah kredit agribisnis dibanding sektor usaha lainnya baik pada saat krisis maupun tidak krisis dan (b) Untuk mengetahui kinerja kredit pada sektor usaha agribisnis yang diukur dari perbedaan jumlah tunggakan pokok kredit agribisnis dibanding dengan sektor usaha lainnya baik pada kondisi krisis maupun tidak krisis. Penelitian ini menggunakan data sekunder tentang perkembangan jumlah kredit yang disal urkan dan perkembangan prosentase tunggakan kredit periode sebelum krisis dan sesudah krisis pada 5 (lima) sektor usaha yaitu Agribisnis, Konstruksi, Perdagangan, Industri dan Jasa dengan obyek penelitian pada Kantor Cabang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Yogyakarta Cik Di Tiro, Yogyakarta Katamso, Bantul, Wonosari, dan Sleman. Metode analisis yang digunakan adalah inelode diskriptif dan statistik inenggunakan model Analisis Regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan jumlah kredit agribisnis berbeda secara nyala dengan kredit perdagangan, konstruksi, dan industri baik pada saat krisis maupun tidak krisis. Berdasarkan indikator jumlah tunggakan pokok kredit menunjukkan bahwa pada saat krisis kredit agribisnis mempunyai kinerja paling baik dibanding dengan kredit pada sektor perdagangan, konstruksi, industri, dan jasa yang ditunjukkan oleh besarnya rata-rata tunggakan pokok kredjt paling kecil diantara sektor usaha tersebut.
Economic crisis happened in Indonesia since 1997, started with the weakening of rupiah exchange to foreign currencies, had broken Indonesian economic, including in it was banking industry. The crisis brought awarenss in the banlung enviroment that the industrial sector previously hoped as a locomotive of natonal development, in fact, proven rotten. It was different with industrial sector, agricultural business sector with any form of business or could be said as agnbusiness, which so far was only supporting industrial sector, in fact showed better perf0 rmanc e . This research was aimed : (a) To find out the exixtence of the development different of agnbusiness credit amount of other business sectors, either within crisis of not in crisis, and (b) To find out the performance of credit performance in the agribusiness sector measured from the amount difference of main arrears of agribusness credit compared with other business sector either in the crisis condition of not. This research used secondary data on the development of the distributed credit number and precentage development of credit arrears in the period of befor crisis and after crisis in the 5 (five) business sectors, Agribusiness, Construction, trade, Industry, and service with the research object in Branch Office of PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Yogyakarta Cik Di Tiro, Yogyakarta Katamso, Bantul, Wonosari, and Sleman. The analysis methods used were discriptive and statistic using Regression Anaysis method. The result of the research showed that the development of agribusiness credit number was different with the trade, construction, and industry credit either in the crisis of not. Based on the indicator of credit main arears number, it showed that in the crisis, agribusiness credit had the best performance compared with credit in sector trade, construction, industry, and sevice, showed by big number of average of smallest credit main arrears between the business sector
Kata Kunci : Agribisnis,Kredit,Krisis