Laporkan Masalah

ALIENASI PANGAN LOKAL UWI DI DESA BINAWALI DAN DESA SEBOWULI KABUPATEN NGADA NUSA TENGGARA TIMUR

DOMITIUS PAU, Dr. S. Djuni Parihatin, M.Si.

2016 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Pangan lokal uwi merupakan pangan andalan masyarakat Desa Binawali dan Desa Sebowuli yang berisi kearifan lokal. Dua dekade terakhir terjadi alienasi pangan lokal uwi di wilayah tersebut. Penelitian ini pun untuk mengetahui alasan terjadinya alienasi pangan lokal uwi yang dibahas menggunakan perspektif teori kearifan lokal yang dicetuskan Chatcaree Naritoom; teori alienasi menurut Karl Marx; dan pendapat beberapa ahli yang dikutip dari berbagai sumber bacaan. Penelitian ini menggunakan metode etnografi, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang diuji melalui diskusi. Data dianalisis menggunakan tekni analisis domain untuk menemukan tema kebudayaan dan kategori konseptual untuk mengetahui alasan terjadinya alienasi pangan lokal uwi, gambaran tentang pemahaman masyarakat terhadap makna uwi, dan gambaran tentang peran para pihak di wilayah tersebut dalam pengembangan uwi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alienasi pangan lokal uwi di Desa Binawali dan Desa Sebowuli disebabkan oleh: (1) perubahan pola konsumsi masyarakat yang umumnya mengkonversi pangan pokok dengan beras; (2) maraknya alih fungsi lahan untuk usaha non pertanian karena adanya pandangan masyarakat terhadap pangan uwi sebagai komoditi yang bernilai ekonomis rendah; (3) sikap apatis masyarakat penerima raskin pada dunia pertanian tanaman pangan karena raskin dianggap sebagai sumber pangan baru; (4) meningkatnya populasi ternak sapi yang seringkali merusak tanaman pangan, termasuk uwi; (5) keterbatasan pemahaman masyarakat tentang makna uwi yang menyebabkan uwi diperlakukan sama dengan pangan lainnya atau cenderung tidak dibudidayakan; (6) perhatian dan peran para pemangku kepentingan yang kurang serius terhadap pengembangan uwi. Berdasarkan hasil pembahasan disimpulkan bahwa alienasi pangan lokal uwi dipengaruhi oleh tiga hal, yakni: modernisasi dan kapitalisasi pangan yang melanda bangsa Indonesia dewasa ini; desakralisasi dan peminggiran terhadap pangan lokal uwi karena minimnya pemahaman masyarakat terhadap makna dan arti penting uwi; dan perhatian para pemangku kepentingan setempat yang kurang proporsional terhadap pemberdayaan pangan lokal uwi Berdasarkan kesimpulan atas hasil penelitian di atas, maka peneliti merekomendasikan agar semua pihak yang berkepentingan di wilayah itu untuk secara sadar mendorong pengembangan pangan lokal uwi dengan terlebih dahulu membangun pemahaman yang tepat tentang makna dan peran penting uwi bagi kehidupan masyarakat etnis Ngada. Hal ini sangat penting dilakukan agar masyarakat Desa Binawali dan Sebowuli dapat mencapai kedaulatan pangan melalui hasil pertanian usaha sendiri sekaligus menjadi iktiar untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Local Food uwi constitutes the mainstay of the community in Binawali Village and Sebowuli Village that containing local wisdom. The last two decades occurred alienation to local food uwi in both of those villages. This study was to determine the reasons for the alienation of localfood uwi discussed by using perspective theory of local wisdom theory that sparked by Chatcaree Naritoom; Karl Marx's theory of alienation; and the opinion of several experts quoted from various sources. This study used ethnographic methods, data were collected through interviews, observation and documentation were tested through discussion. Data were analyzed by using domain technique analysis to find the theme of culture and conceptual categories to determine the reasons for the alienation of local food uwi, an overview of the public understanding of the meaning on uwi, and a description of the roles of the parties in that region in developing uwi. The results showed that the alienation of local food uwi in Sebowuli Village and Binawali Village caused by: (1) The changes in consumption patterns that generally convert a staple food with rice; (2) the proliferation of land conversion to non-agricultural businesses for their society's view of food uwi as economically valuable commodity is low; (3) the apathy of community as Raskin recipients to food crops because raskin is considered as a new food source; (4) the increasing of cattle population which often damage crops, including uwi; (5) the lack of public understanding on the meaning uwi that causes uwi treated the same as any other food or tend not cultivated; (6) the attention and the role of stakeholders who are less serious about developing uwi. Based on the results of the discussion is concluded that the alienation of local food Uwi influenced by three things: the modernization and capitalization of food that hit the Indonesian nation today; desecration and marginalization of local food Uwi because of the lack of public understanding on the meaning and the importance of uwi; and the attention of local stakeholders who are less proportional to the empowerment of local food uwi Based on the conclusions on the results above, the researchers recommend that all interested parties in the region to consciously encourage the development of local food uwi by firstly building a proper understanding of the meaning and the important role for the life of uwi for Ngada ethnic community. It is very important to keep the villagers of Binawali and Sebowuli can achieve food sovereignty through their own agricultural products as well as their efforts to preserve cultural values and local wisdom.

Kata Kunci : alienasi, pangan lokal uwi, kedaulatan pangan, Alienation, local food uwi, food sovereignty

  1. S2-2016-390398-abstract.pdf  
  2. S2-2016-390398-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-390398-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-390398-title.pdf