ANALISIS PENDAPATAN RUMAH TANGGA USAHA TAMBAK POLIKULTUR DI KECAMATAN DUDUKSAMPEYAN KABUPATEN GRESIK
ETIK MAFTUHAH, Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec. ; Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, MS.
2016 | Tesis | S2 MANAJEMEN AGRIBISNISSubsektor pertanian yang berpotensi untuk dikembangkan adalah subsektor perikanan. Polikultur ikan bandeng dan udang merupakan dua jenis komoditi yang memungkinkan untuk saling mendukung apabila dipelihara bersama. Ikan bandeng dan udang merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki potensi pasar cukup baik di kabupaten Gresik. Peranan ikan bandeng dan udang cukup besar dalam memenuhi kebutuhan pangan maupun mengatasi masalah ketimpangan ekonomi dan pengembangan industri. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan pendapatan usaha tambak polikultur, (2) mengetahui risiko produksi dan risiko pendapatan usaha tambak polikultur, dan (3) mengetahui kontribusi pendapatan usaha tambak polikultur pada pendapatan rumah tangga petambak di kecamatan Duduksampeyan kabupaten Gresik. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif. Penelitian ini dilakukan di kecamatan Duduksampeyan kabupaten Gresik dengan jumlah sampel 55 responden yang dipilih secara acak. Dari desa yang terdapat di kecamatan Duduksampeyan hanya dipilih lima desa sebagai tempat penelitian yaitu desa Kawistowindu, desa Duduksampeyan, desa Petisbenem, desa Wadak Lor dan desa Wadak Kidul. Masing-masing desa untuk 11 responden. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan pendapatan digunakan metode analisis regresi berganda. Data risiko produksi dan risiko pendapatan dihitung dengan menggunakan metode standar deviasi yang dimana semakin kecil nilai standar deviasi maka semakin rendah risikonya dan sebaliknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usaha tambak polikultur di kecamatan Duduksampeyan adalah luas tambak, jumlah benih bandeng yang ditebar, jumlah benih udang yang ditebar dan dummy musim; sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha tambak polikultur di kecamatan Duduksampeyan adalah luas tambak, biaya benih bandeng, biaya benih udang, upah tenaga kerja dan dummy musim. Usaha tambak polikultur memiliki risiko yang tinggi di musim kemarau (0,461) dibandingkan musim hujan (0,441); selain itu usaha tambak polikultur juga memiliki risiko pendapatan yang tinggi di musim kemarau (0,473) dibandingkan musim hujan (0,446). Kontribusi pendapatan usaha tambak polikultur memiliki kontribusi yang dikategorikan besar sekali terhadap pendapatan total rumah tangga petambak yaitu sebesar 89,53%.
Subsector of the potential development agriculture is the fisheries subsector. Polyculture of milkfish and shrimp are two types of commodities that enable to support each other. Milkfish and shrimp is fisheries commodity that has considerable market potential in Gresik regency. Milkfish and shrimp has role for meet food needs and surpass the problems economic inequality and industrial development. This research is aimed to (1) analyze managerial factors which affecting production and revenue of polyculture fish farming, 2) to analyze production risk management and revenue risk management of polyculture fish farming, and (3) to analyze income contribution polyculture fish farming of income farmer household in Duduksampeyan district. Basic research method is descriptive method. This research is conducted in Duduksampeyan district Gresik regency with respondents is randomly selected. The villages are Kawistowindu village, Duduksampeyan, Petisbenem village, Wadak Lor village, and Wadak Kidul village. to analyze managerial factors which affecting production and revenue of polyculture fish farming used linear regression with Ordinary Least Square (OLS) method. Data of production risk management and revenue risk management used standard deviation method which the smaller the standard deviation is the lower risk and the bigger the standard deviation is the higher risk. Income contribution polyculture fish farming calculated by when the income contribution was less than 25%, it was categorized as low, when the income contribution was between 25 and 49 %, it was categorized as middle, when the income contribution was between 49 and 75% it was categorized high and when the income contribution was more than 75%, it was categorized very high. The result of research shows that the managerial factors which affecting production of polyculture fish farming is spacious pond, baby of milkfish, baby of shrimp, and dummy season, and the managerial factors which affecting revenue of spacious pond, cost of milkfish baby, cost of shrimp baby, labour wages, and dummy season. Polyculture fish farming has higher production risk management in summer (0,461) than rainy (0,441), and polyculture fish farming has higher revenue risk management in summer (0,473) than rainy (0,446). Income contribution of polyculture fish farming is very high to the total income farmers household (89,53%).
Kata Kunci : pendapatan, ikan bandeng, usaha tambak, kabupaten Gresik