RELEVANSI VARIABILITAS HUJAN DENGAN PENERAPAN PRANATAMANGSA OLEH PETANI DI KABUPATEN MAGELANG PROVINSI JAWA TENGAH
WIDIYASTUTI NURCHAYATI, Prof. Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc ; Dr. Slamet Suprayogi, M.S
2016 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganCurah hujan merupakan mata rantai pertama dalam siklus hidrologi. Perubahan curah hujan berdampak pada berbagai sektor kehidupan manusia, khususnya pertanian. Petani di Kabupaten Magelang masih menggandalkan pranatamangsa sebagai pedoman penentuan masatanam serta pengelolaan lahan pertanian. Relevansi variabilitas hujan dengan pranatamangsa menjadi menarik untuk dikaji dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik hujan dalam pembagian mangsa pranatamangsa; mengkaji perubahan sifat hujan dan kecenderungan hujan setiap periode mangsa; mengetahui kesesuaian penerapan pranatamangsa oleh petani terkait variasi hujan. Data hujan yang digunakan diambil dari 11 stasiun hujan dengan kualitas data yang memadai tahun 1980-2015. Analisis deskriptif statistik, dan moving average digunakan untuk mengetahui karakteristik dan kecenderungan hujan. Wawancara dilakukan pada 100 responden petani sesuai persebaran penggunaan lahan untuk memperoleh gambaran penerapan pranatamangsa. Hasil penelitian menunjukkan intensitas dan fluktuasi hujan pada mangsa Mareng dan Ketigo lebih beragam daripada mangsa Labuh dan Rendeng. Kecenderungan hujan mangsa Labuh-Rendeng, dan Mareng-Ketigo mengalami penurunan pada periode tahun 1980-2005, dan menggalami peningkatan pada periode 2006- 2015. Hasil kuisioner menunjukkan petani yang masih mengetahui dan menggunakan pranatamangsa 63%, 5% mengetahui pranatamangsa tapi tidak menerapkan, dan 32% menjawab tidak mengetahui tentang pranatamangsa. Pranatamangsa masih relevan diterapkan dalam pertanian saat ini meskipun adanya perubahan curah hujan baik kuantitas, durasi, dan temporalnya, karena dapat diadaptasi dengan metode pengolahan lahan, penyiapan lahan sambil menunggu turun hujan (pemberokan), penyemaian bibit padi dan memperbanyak informasi cuaca baik dari media ataupun penyuluh lapangan.
Rainfall is an input in the hydrological cycle. The changes of precipitation are impacted to the various sectors of human life, especially in agriculture. Farmers in Magelang district are still rely on pranatamangsa as guidelines to the determination of the planting season as well as the management of the farm. The variability of rain relevancy with its pranatamangsa is interesting to discuss in this research. The purposes of this research are to determine the characteristics of precipitation in the distribution period of pranatamangsa; to examines the changes of rainfall intensity and inclination of each mangsa's period; to determine the suitability of the pranatamangsa application by the farmers that related to variation of precipitation. The data of the precipitation is taken from 11 rain gauge stations in the year 1980-2015. The descriptive analyzes statistical properties, and the moving average is used to determine the characteristics and trends of rain. Interviews are done for 100 respondents of farmers to get a descriptive of pranatamangsa application. The results in this research show that the intensity and fluctuations of rainfall in Mangsa Ketigo Mareng is more diverse than in the Mangsa Labuh and Rendeng. Rain trends in the mangsa Labuh-Rendeng and the mangsa Mareng-Ketigo were decreased in the year 1980-2005, and an increased in the year 2006- 2015. The results of the questionnaire show that the farmers who still know and use pranatamangsa is up to 63%, 5% of them know about pranatamangsa but did not apply, and 32% of them didn't know about pranatamangsa. Pranatamangsa is still relevant to applied in agriculture nowadays despite the changes in rainfall either the quantity or the duration, and its temporal. because it can be adapted to the method of land management, land preparation while waiting for the rain (pemberokan), seeding rice seeds and reproduce information about the bad weather either from the media or by field counselor.
Kata Kunci : variabilitas, kecenderungan hujan, magelang, pranatamangsa.