PELAKSANAAN DIVERSI TERHADAP ANAK PELAKU PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA
RICKI RIONART P, Dr. Supriyadi, S.H., M.Hum
2016 | Tesis | S2 HUKUM LITIGASITujuan penelitian ini yaitu untuk dapat menganalisis dan mengkaji upaya yang dilakukan oleh penyidik, penuntut umum dan hakim dalam rangka melaksanakan diversi terhadap anak pelaku penyalahgunaan narkotika serta untuk dapat menganalisis dan mengkaji kendala yang dihadapi oleh penyidik, penuntut umum dan hakim dalam pelaksanaan diversi terhadap anak pelaku penyalahgunaan narkotika. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian hukum normatif-empiris, yaitu penelitian yang didasarkan pada penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder dan penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer.Penelitian hukum normatif yang diteliti hanya bahan pustaka yang mencakup bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, sedangkan pada penelitian empiris, yang diteliti awalnya adalah data sekunder, untuk kemudian dilanjutkan dengan penelitian terhadap data primer di lapangan, atau terhadap masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya diversi yang dilakukan oleh penyidik, penuntut umum dan hakim merupakan upaya untuk menghindari efek-efek negatif sistem peradilan pidana anak terhadap anak.Dengan pelaksanaan diversi, maka tidak terdapat putusan dan tidak terdapat stigma yang menyatakan sebagai anak pidana atau anak nakal. Maka anak yang bersangkutan tidak menyandang cap jahat sebagai akibat dari putusan pengadilan. Sebagai pengalihan proses yustisial ke proses non yustisial, diversi berorientasi pada upaya untuk memberikan pelayanan sosial kepada pelaku kejahatan anak, tetapi lebih dipandang sebagai korban yang membutuhkan berbagai layanan seperti, medis, psikologi, dan rohani. Oleh karena sifatnya yang demikian maka diversi hakekatnya merupakan upaya untuk menghindarkan anak dari kemungkinan penjatuhan pidana. Dengan demikian, diversi juga merupakan proses depenalisasi dan sekaligus dekriminalisasi terhadap pelaku anak.
The purpose of this study is to be able to analyze and assess the efforts made by the investigators, prosecutors and judges in order to execute a diversion against child abusers of narcotics and to be able to analyze and assess the obstacles encountered by investigators, prosecutors and judges in the implementation of diversion of child offenders drug abuse. The method used is the method of normative-empirical legal research, the research was based on library research to obtain secondary data and field research to obtain primary data. Normative legal research studied only library materials includes primary legal materials, secondary, and tertiary, whereas in empirical research, which investigated initially are secondary data, to then proceed with research on primary data in the field, or on society. The results showed that the diversion efforts undertaken by investigators, prosecutors and judges is an attempt to avoid the negative effects of the juvenile justice system of children. With the implementation of versioned, so there are no decisions and there is no stigma is expressed as a child a criminal or juvenile delinquents. Then the child in question does not bear the stamp of evil as a result of a court ruling. As the transfer of judicial process to non-judicial process, versioned oriented efforts to provide social services for child offenders, but are viewed as victims in need of various services, such as medical, psychological, and spiritual. Therefore, it is so then diversion is basically an effort to prevent children from possible criminal punishment. Thus, the diversion is also a process of decriminalization depenalisasi and at the same time against child offenders.
Kata Kunci : Diversi, Anak dan Narkotika/ Diversion, Child and Narcotics