Perkembangan Pemanfaatan Ruang Berdasarkan Etnis Di Kota Pontianak
LUBENA HAJAR VELAYATI, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D; Ratna Eka Suminar, S.T., M.Sc
2016 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahKeterlibatan aktivitas manusia dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup berdampak pada pergeseran fungsi ruang kota. Hal ini karena setiap individu memiliki pola pikir dan nilai budaya yang secara natural dibawa dan melahirkan tindakan dalam tatanan kehidupan. Masing-masing etnis memiliki kecendrungan dalam mempertahankan identitas budayanya secara spasial. Pada penelitian ini diamati pergeseran pemanfaatan ruang ekonomi kota dengan melihat dinamika kontak budaya dan perilaku keruangan antara penduduk asli dan pendatang. Sehingga dapat dideskripsikan bentuk perkembangan pemanfaatan ruang ekonomi serta faktor yang berpengaruh dalam periode perkembangannya di Kota Pontianak. Dengan tetap memperhatikan karakter inti pembentuk kota, diharapkan perubahan atau perkembangan kota tetap terjaga kelestariannya dan kota memiliki identitas. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan single case. Periodisasi dilakukan berdasarkan unit informasi yang didapatkan di lapangan. Pada penelitian ini perkembangan ruang ekonomi Kota Pontianak dilihat dari periode sebelum kemerdekaan yakni sejak terbentuknya Kota Pontianak hingga masa Kolonial dan periode setelah kemerdekaan yakni pada pemeritahan Orde Lama, Orde Baru dan Reformasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rumusan bahwa pada masa awal terbentuknya kota penduduk memanfaatkan lahan di sepanjang tepian Sungai Kapuas sebagai tempat bermukim. Permukiman penduduk tersegregasi berdasarkan daerah asal usul dan mata pencaharian. Ruang kota memiliki pola linier (memanjang di sepanjang aliran Sungai Kapuas). Interaksi antara kelompok etnis pribumi dan non pribumi terjadi dalam proses perdagangan. Pada perkembangannya pola ruang ekonomi kota menyebar akibat adanya ekspansi ke arah daratan. Segregasi yang ada di Kota Pontianak telah menghilang secara natural dan melebur dalam integrasi. Faktor yang mempengaruhi perkembangan ruang ekonomi kota antara lain letak wilayah Kota Pontianak yang strategis, keberagaman komoditas, dilengkapi dengan infrastruktur pendukung, stabilitas politik dan adanya akulturasi budaya yang terjadi karena proses pernikahan.
The involvement of human activity in order to fulfill the necessities of life has an impact on urban space function shift. This happens because each individual has his/her mindset and cultural values that are naturally carried and generate to actions in the order of life. Each ethnicity has a tendency to retain its cultural identity spatially. In this study, the shifts on city's economic space utilization were observed by looking at the dynamics of cultural contact and spatial behavior between natives and migrants. Thus the forms of development of economic space utilization and the respective factor in its development period in Pontianak can be described. The city is expected to maintain its continuity in changes and development as well as to get its identity in regard to the core character that forms the city. This study used a case study with a single case. The periodization was based on the unit of information obtained in the field. In this research, the development of economic space of Pontianak city was viewed from the pre-independence period, since the establihment of the city of Pontianak to the Colonial period, and the post-independence period namely Old Order, New Order and Reformation. The results showed that in the early days of the city establishment people used the land along the banks of the Kapuas River as a place for living. Settlements were segregated by origin and livelihood. Urban space had a linear pattern (extends along the Kapuas River). The interaction between indigenous and non-indigenous ethnic groups occured in the course of trade. In the development, the city’s economic space patterns spread as a result of their expansion towards the mainland. Segregation in the city of Pontianak had disappeared naturally and merged in the integration. Factors affecting the development of the city's economic space among others the strategic location of the city of Pontianak, diversity of commodities, supplemented with supporting infrastructure, political stability and acculturation that occured because of the marriage process.
Kata Kunci : Budaya, Ekonomi, Etnis, Kota Pontianak, Ruang