PENGARUH RISIKO LIKUIDITAS TERHADAP KINERJA BANK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2015
NOVIA UTAMI, Eddy Junarsin, S.E., M.B.A., Ph.D.
2016 | Tesis | S2 ManajemenRisiko likuiditas merupakan salah satu risiko yang paling penting yang dihadapi oleh bank, karena masalah likuiditas akan berdampak pada kinerja yang dihasilkan oleh bank. Mengelola risiko likuiditas merupakan hal yang paling penting untuk menjaga stabilitas dan keamanan bank dalam kegiatan operasinya. Jika tidak dilakukan pengelolaan risiko likuiditas maka bank akan mengalami penurunan kinerja dan dalam kondisi terburuk akan mengalami kebangkrutan atau dilikuidasi. Penelitian empiris ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh risiko likuiditas terhadap kinerja bank pada industri perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010 hingga tahun 2015. Proksi pengukuran yang digunakan untuk ukuran risiko likuiditas adalah deposits atau dana pihak ketiga, kas, dan liquidity gap sebagai variabel independen. Variabel dependen yang digunakan adalah ROA dan Tobins Q. Selain itu, penelitian ini juga memasukkan beberapa variabel lain sebagai variabel kontrol terhadap kinerja bank diantaranya size dan growth. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling dengan jumlah bank yang memenuhi kriteria sampel adalah 22 bank. Penelitian ini mengunakan metode regresi data panel dengan tiga model pengujian yaitu Common Effect Model, Fixed Effect Model dan Random Effect Model. Ketiga model tersebut dilakukan uji pemilihan model dengan menggunakan Uji Likelihood Ratio dan Uji Hausman untuk mendapatkan hasil yang lebih efisien. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dana pihak ketiga berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA dan Tobins Q sedangkan liquidity gap berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA dan Tobins Q. Variabel kas berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA serta berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Tobins Q.
Liquidity risk, which has significant impacts on banks performance, is among major risks a bank can face. A good liquidity risk management not only stabilizes banks but also secures them in their day-to-day operation. Without a well-managed liquidity risk, a bank can ruin its performance or, in worst case, be bankrupt or liquidated. This empirical study aims for examining the influence of liquidity risk on bank performance from the period 2010 to 2015. However, only banks which have been listed on Indonesian Stock Exchange will be involved. The measurement of liquidity risk will involve deposits or third-party fund, cash, and liquidity gap which will act as the independent variables. Meanwhile, the dependent variables of this study involve ROA and Tobins Q. In addition, there will also be some control variables including firm size and growth. This study was conducted under the purposive sampling method which involved 22 banks as its eligible samples. This study also used panel data regression method and three testing models including Common Effect Model, Fixed Effect Model and Random Effect Model. Then, for more efficient result, Likelihood Ratio test and Hausman test were conducted to select among those models. The findings suggest a positive and significant influence of third-party fund on ROA and Tobins Q. In contrast, liquidity gap has negative and significant influence on ROA and Tobins Q. Besides, the findings also suggest a positive and significant influence of cash on ROA and negatively significant on Tobins Q.
Kata Kunci : Risiko Likuiditas, Deposits, Kas, Liquidity Gap, Return On Assets, Tobin�s Q /Liquidity Risk, Deposits, Cash, Liquidity Gap, Return On Assets, Tobinâ�ï¿