Laporkan Masalah

MEMBUKA RUANG KEMANUSIAAN DI RAKHINE. STUDI KASUS: DIPLOMASI KEMANUSIAAN OLEH MEDECINS SANS FRONTIERES

NURUL HUDA ROSADI, Prof. Dr. Mohtar Mas'oed

2016 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional

Penelitian ini berjudul Membuka Ruang Kemanusiaan di Rakhine, Studi Kasus: Diplomasi Kemanusiaan oleh Medecins Sans Frontieres. Tujuan dilakukannya penelitian ini, adalah untuk mengetahui apa strategi MSF dalam membuka ruang kemanusiaan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, khususnya mengenai perizinan akses operasi kemanusiaan yang sebelumnya telah diberhentikan Pemerintah Myanmar pada Februari 2014, dan juga mengetahui sejauh mana strategi tersebut diimplementasikan. Penelitian ini memakai konsep Ruang Kemanusiaan, Diplomasi Kemanusiaan, dan Negosiasi Kemanusiaan. Ketiga konsep tersebut digunakan untuk menganalisa tentang krisis kemanusiaan yan terhambat di Negara Bagian Rakhine, serta bagaimana MSF menerapkan strateginya melalui serangkaian proses diplomasi kemanusiaan dengan menggunakan teknik negosiasi yang memakai pendekatan komunikasi ke berbagai pihak, baik Pemerintah Myanmar itu sendiri, kelompok Buddha Rakhine, dan Komunitas Internasional. Negosiasi yang dijalankan MSF kepada kelompok Buddha Rakhine dinilai gagal karena tidak bisa dijalankan, namun dengan negosiasi yang konstruktif dan produktif dengan pemerintah Myanmar, ditambah dengan komunitas Internasional serta terdapat beberapa faktor pendukung, pada akhirnya MSF berhasil mendapatkan akses operasi kemanusiaannya kembali di Negara Bagian Rakhine.

This research titled Opening Humanitarian Space in Rakhine, Case Study: Humanitarian Diplomacy by Medecins Sans Frontieres. The purpose of this study is to know about the strategy of MSF in opening up the humanitarian space in Rakhine State, Myanmar, particularly regarding access permissions of humanitarian operations that previously had dismissed by the Myanmar Government in February 2014, and also to know about how far the strategy is implemented. This study used the concept of Humanitarian Space, Humanitarian Diplomacy, and Humanitarian Negotiations. These three concepts are used to analyze about the humanitarian crisis that hampered in Rakhine State, and how MSF implemented its strategy through a series of humanitarian diplomacy by using negotiation techniques that use communication approaches to various parties, including the Myanmar Government itself, a group of Rakhine Buddhist, and International Community. Negotiations were carried by MSF to the Rakhine Buddhist Group, considered to have failed result because it could run out well. But in another part, MSF succeed to have constructive and productive negotiations with Myanmar Government, and it followed by the succeed negotiation with international community. Furthermore, there are several contributing factors that gives positive influence especially about the successful to get back the access of humanitarian operations in Rakhine.

Kata Kunci : MSF, Myanmar, Rakhine, Rohingya, Humanitarian Space, Humanitarian Diplomacy, dan Humanitarian Negotiation.

  1. S2-2016-339728-abstract.pdf  
  2. S2-2016-339728-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-339728-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-339728-title.pdf