PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN SECANG (Caesalpinia sappan L.) TERHADAP KADAR MDA PLASMA DAN KEBUGARAN JASMANI PADA PEGAWAI PERKANTORAN PENDERITA PREHIPERTENSI DI BALAIKOTA KOTA YOGYAKARTA
FARIDA FITRIYANTI, Dr. Susetyowati, DCN, M.Kes;Prof. Dr. Mae Sri Hartati W., M.Si., Apt
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Berdasarkan data Riskesdas, Kota Yogyakarta memiliki prevalensi hipertensi cukup tinggi (27,7%). Prevalensi prehipertensi pada pegawai perkantoran Balaikota di Kota Yogyakarta tercatat sebesar 32,53%. Prehipertensi sering dikaitkan dengan munculnya penyakit degeneratif dan kronis seperti penyakit hipertensi dan penyakit kardiovaskuler. Pegawai perkantoran cenderung memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah. Sedangkan aktivitas yang rendah merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi dan rendahnya kebugaran jasmani. Radikal bebas dapat dinetralkan oleh antioksidan. Secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan bahan jamu tradisional yang dipercaya masyarakat untuk menjaga kebugaran tubuh. Sebagai sumber polyphenol diharapkan dapat menurunkan kadar MDA plasma dan meningkatkan kebugaran jasmani. Tujuan: Mengetahui efek suplementasi minuman secang terhadap perubahan kadar MDA dan perubahan tingkat kebugaran jasmani pada pegawai perkantoran penderita prehipertensi. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan penelitian True experimental, dan dilakukan pre-post test control grup design. Subjek penelitian adalah 35 pegawai perkantoran penderita prehipertensi usia 25–45 tahun di Balaikota Yogyakarta. Subjek dibagi menjadi 2 yaitu kelompok perlakukan dan kelompok kontrol. Minuman secang celup diberikan dalam bentuk kantong secang celup seberat 3,8 gram untuk diseduh air hangat. Subjek mengkonsumsi secang celup selama 4 minggu, 200 ml setiap pagi. Kadar MDA plasma diukur dengan menggunakan TBARS, dan kebugaran jasmani tubuh dilihat dengan uji fisik menggunakan metode Harvard Step Test (HST). Analisis data menggunakan uji Student's paired t-test, uji korelasi Pearson dan Spearman, uji regresi, dan uji anova. Hasil: Tidak terdapat perbedaan MDA yang bermakna antara kelompok intervensi dan kontrol setelah pemberian minuman secang celup (p>0,05), tetapi terjadi penurunan kadar MDA pada kelompok intervensi 4,28±3,16 menajdi 3,66±1,21 dan pada kelompok kontrol 4,85±2,35 menjadi 3,65±1,33. Terdapat perbedaan hasil uji Harvard Step test pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol sebelum dan sesudah intervensi (p<0,05). Kelompok intervensi mengalami kenaikan skor dari 35,54±20,18 menjadi 48,09±21,86 pada laki-laki dan 11,56±4,94 menjadi 13,87±6,25 pada perempuan. Sedangkan kelompok kontrol, subjek laki-laki mengalami kenaikan 29,20±10,06 menjadi 38,18±23,62, tapi terjadi penurunan dari 13,30±7,12 menjadi 13,26±2,92 pada perempuan. Kesimpulan: Pemberian secang celup dengan dosis nutrisional tidak terbukti memiliki benefit terhadap biomarker oxidative stress (MDA) di dalam tubuh. Minuman secang dapat meningkatkan kebugaran tubuh. Kata Kunci: Prehipertensi, MDA, Kebugaran Jasmani, Secang (Caesalpinia sappan L.)
Background: According to data from national health surveillance (riskesdas), Yogyakarta has high prevalence of hypertension (22.7%). Prevalence of prehypertension on government office worker is 32.5%. Prehypertension is associated with higher risk to degenerative & chronic disease, which may further lead to hypertension and cardiovascular disease. Government office worker tends to have lower physical activity, thus increasing risk of hypertension and low physical fitness, also higher level of oxidative stress. Free radical which is the product of oxidative stress can be reduced by introduction of antioxidant. Secang (Caesalpinia sappan L.) is one of the ingredients in traditional Indonesian herbal drink (jamu), which believed to maintain fitness and health. secang is natural source of antioxidant in the form of polyphenol, thus by drinking may reduce plasma MDA level and increase physical fitness. Objective: Purpose of this study is to discover the effect of secang drink supplementation, and efficacy towards plasma MDA level and physical fitness on government office worker. Methods: This study conducted in experimental design, with true experimental, measurement of pre and posttest to subject in comparison with control group. Subject includes 35 people who works in government office between 25-45 years of age and under the criteria of prehypertension. Subject divided into two group, intervention and control. Secang drink is given in the form of tea bag containing simplicia 3,8 gram which then brewed in hot water. Subject drinks for 4 weeks, 200 ml every morning. MDA level is measured with TBARS method, while physical fitness measured with Harvard step test. Students paired t-test, pearson and spearman correlation test, linear regression, and anova test are used for analysis. Results: There is no significant difference on MDA level between intervention and control group after secang drink supplementation (p>0.05), while decrease in MDA level from 4,28±3,16 to 3,66±1,21 in intervention group and 4,85±2,35 to 3,65±1,33 in control group. There is difference on Harvard step test results between intervention compared to control group after secang consumption (p<0.05). In intervention group Increase score of Harvard step test from 35,54±20,18 to 48,09±21,86, and 11,56±4,94 to 13,87±6,25 in male and female group respectively. While in control group there is an increase of score from 29,20±10,06 to 38,18±23,62 in male, but decrease of score from 13,30±7,12 to 13,26±2,92 in female. Conclusion: Secang drink administration in nutritional daily dosage for 1 month shows no evidence of lowering oxidative stress (MDA) in plasma. Secang drink may increase physical fitness Keywords: Prehypertension, MDA, Physical fitness, Secang (Caesalpinia Sappan L.)
Kata Kunci : Prehipertensi, MDA, Kebugaran Jasmani, Secang (Caesalpinia sappan L.)/Prehypertension, MDA, Physical fitness, Secang (Caesalpinia Sappan L.)