Laporkan Masalah

ANALISIS OPTIMASI PENGELOLAAN AIR DI DAERAH IRIGASI RANDANGAN KABUPATEN POHUWATO GORONTALO

SITTI NURHAYATI A, Prof. Dr. Ir. Fatchan Nurrochmad, M. Agr;Dr. Ir. Rachmad Jayadi. M.Eng

2016 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Tahun 2010, jumlah produksi beras di Kebupaten Pohuwato ±2.000 ton, sedangkan jumlah penduduk pada tahun 2010 sebesar 133.619 jiwa dengan kebutuhan beras 14.500 ton. Keterbatasan hasil produksi beras di Kabupaten Pohuwato disebabkan oleh pemanfaatan lahan yang belum dilakukan secara maksimum. Melihat masalah tersebut, BWS Sulawesi II Gorontalo memanfaatkan lahan yang potensial di Kabupaten Pohuwato untuk dijadikan daerah irigasi yaitu Daerah Irigasi Randangan (8.963 hektar). Keterbatasan jumlah air yang tersedia menyebabkan luas area layanan irigasi tidak dapat mencapai seluruh areal tanam yang tersedia. Pemanfaatan potensi lahan di Daerah Irigasi Randangan, pada penelitian ini dilakukan dengan menerapkan 5 alternatif rencana tanam. Setiap alternatif rencana tanam terdiri dari 3 variasi pola tanam yaitu a : padi (MT-I) - padi (MT-II) - padi (MT-III), b : padi (MT-I) - padi (MT-II) - palawija (MT-III) dan c : padi (MT-I) - padi (MT-II) - padi+palawija (MT-III). Model optimasi diterapkan pada alternatif rencana tanam, sehingga kebutuhan air dapat diimbangi oleh ketersediaan air dan luas area tanam maksimum. Model optimasi pada penelitian ini menggunakan program linier. Indikator optimal yang diterapkan adalah intensitas tanam yang maksimum dengan variabilitasnya yaitu 5 alternatif jadwal tanam dan 3 variasi pola tanam. Intensitas tanam maksimum dan keuntungan bersih maksimum dari 15 alternatif rencana tanam yang diusulkan diperoleh dari alternatif yang awal masa tanamnya dimulai pada Oktober 1 (alternatif 1) untuk pola tanam padi - padi - padi (a), padi - padi - palawija (b) dan padi - padi - padi+palawija (c). Hasil intensitas tanam alternatif 1a, 1b dan 1c adalah 231%, 280% dan 272% dan keuntungan bersih alternatif 1a, 1b dan 1c secara berurutan adalah Rp. 161.723.599.053, Rp. 166.738.037.249 dan Rp.167.316.581.364.

In 2010, total production of rice in Pohuwato Regency is about ±2.000 tons, while the population in 2010 is about 133.619 lifes with 14.500 tons of rice demand. The lack of rice production is happened because the land has not been optimally used. By seeing the problem, BWS Sulawesi II Gorontalo use potential land in Pohuwato as Irrigation area namely Randangan Irrigation Area (8.963 hectares). The water shortage causes irrigation service area cannot reach the available cropping area. Utilization of the potential land in Randangan Irrigation Area in this study is conducted by applying 5 alternative cropping plan. Each cropping plan alternative consists of three variations of cropping pattern namely a: paddy (CP-I) - paddy (CP-II) - paddy (CP-III), b: paddy (CP-I) - paddy (CP-II) - palawija (CP-III) and c: paddy (CP-I) - paddy (CP-II) - paddy+palawija (CP-III). Optimization model is applied to alternative cropping plan, so that the water demand can be balanced by the water supply and the total cropping area can be maximum. Optimization model in this study is uses linear programming. Optimal indicator applied is maximum cropping intensity with the five variability alternatives cropping schedules and 3 variations of the cropping pattern. Maximum cropping intensity and maximum net benefit from 15 alternatives cropping plan is resulted by alternative which initial cropping period is in October 1 (alternative 1) for cropping pattern paddy - paddy - paddy, paddy - paddy - palawija and paddy - paddy - paddy+palawija. Result of cropping intensity of alternative 1a, 1b and 1c is 231%, 280% and 272% respectively and the net benefit of alternative 1a, 1b and 1c is Rp. 161.537.623.770, Rp. 166.893.539.527 and Rp. 167.599.682.160 respectively.

Kata Kunci : optimasi, program linier, intensitas tanam.

  1. S2-2016-350845-bibliography.pdf  
  2. S2-2016-350845-tableofcontent.pdf  
  3. S2-2016-350845-title.pdf