Laporkan Masalah

Analisis usaha budidaya ikan gurami di Kabupaten Tasikmalaya

YULISTI, Maharani, Dr.Ir. Irham, MSc

2002 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Singaparna dan Kecamatan Sukaratu Kqbupaten Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penggunaan input, tingkat produksi, produktivitas dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi, untuk mengetahui pendapatan dan keuntungan serta faktorfaktor yang mempengaruhi keuntungan petani ikan pada usaha budidaya ikan gurami di Kabupaten Tasikmalaya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara survai terhadap petani sampel dengan masing-masing kecamatan sebanyak 30 orang. Estimasi hngsi produksi dan fungsi keuntungan tipe Cobb Douglas dilakukan dengan menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS). Hasil penelitian menunjukkan : ( 1 ) Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usaha budidaya ikan gurami secara positif di Kecamatan Singaparna adalah jumlah benih ikan, sedangkan jumlah daun-daunan, tenaga keja, tingkat mortalitas dan debit air kolam masing-masing berpengaruh negatif terhadap produksi; Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usaha budidaya ikan gurami secara positif di kecamatan Sukaratu adalah jumlah benih ikan dan ukuran benih yang ditebar, sedangkan vang berpengaruh negatif adalah tingkat mortalitas dan drrnmy kualitas air, sehingga disarankan untuk meningkatkan penggunaan benih dan obat-obatan, serta peningkatan ukuran benih ikan yang ditebar, (2) Keuntungan usaha budidaya ikan gurami di Kecamatan Singaparna lebih besar dibanding di Kecamatan Sukaratu; Keuntungan rata-rata usaha budidaya ikan tersebut masing masing sebesar Rp 97.269.796 dan Rp 32.779.589, sedangkan rata-rata keduanya adalah Rp 229.873.418, (3) Alokasi biaya faktor produksi tertinggi di kedua daerah adalbh biaya pembelian benih, sehingga disarankan untuk mengadakan pembenihan ikan oleh petani ikan itu sendiri; Alokasi biaya tertinggi di daerah Singaparna adalah biaya pembelian benih, sedangkan alokasi biaya faktor produksi terendah adalah biaya penjualan, rata-rata alokasi biaya faktor produksi tertinggi di Kecamatan Sukaratu adalah pembelian benih, sedangkan alokasi biaya terendah adalah pembelian pakan daun-daunan, (4) Faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan usaha budidaya ikan gurami secara signifikan adalah harga benih, harga dedak, harga pellet, dan harga pupuk, dengan masing-masing berpengaruh negatif; Sedangkan luas kolam berpengaruh positif terhadap keuntungan, sehingga disarankan untuk dilakukan ekstensifikasi pada usaha budidaya ini ( 5 ) Besarnya nilai R/C ratio di Kecamatan Singaparna lebih kecil daripada Kecamatan Sukaratu. Nilai R/C ratio untuk rata-rata kedua kecamatan adalah sebesar 3,24. Usaha budidaya di Kecamatan Sukaratu lebih menguntungkan dibandingkan dengan kegiatan budidaya di Kecamatan Singaparna melihat nilai dari pada R/C ratio-nya yang lebih tinggi

The study was conducted in Singaparna and Sukaratu Subdistrict of Tasikmalaya regency, West Java. The objective of the study is to identifl the level of utilizing inputs, level of production, productivity, to analyze the factors influencing the production, to identify the revenue and profit, and to analyze the factors influencing profit of fish cultivation in Tasikmalaya regency. The data used in this study are primary and secondary data. The primary data was collected using survey of the farmer samples which are 30 farmers in each subdistrict. The profit and production fbnction estimation of Cobb-Douglas Type was prepared using Ordinary Least Square (OLS) The result of the study showed that: (1) the factor influencing fish productiofi positively in Singaparna subdistrict is quantity of fish seeds, but the factors influencing fish production negatively are quantity of leaves, labors, mortality and rate of flow of water; The factors influencing fish production positively in Sukaratu subdistrict are quantity of fish seeds and size of seed, but the factors influencing fish production negatively are mortality and dummy of water quality. So, the suggestion is to increase using of quantity of seeds, medicine, and using larger size of seeds. (2) The profit of the fish cultivation in Singaparna subdistrict (Rp 97.269.796) was higher than in Sukaratu subdistrict (Rp 32.779.589), and the profit average of both subdistricts is Rp 229.873.418. (3) The higest cost allocation in both subdistricts is cost of seeds, so the suggest is to arrange seed culture himself by the farmers. Highest cost allocation in Singaparna is seed cost, and the lowest cost is selling cost. The highest cost allocation in Sukaratu is seed cost, and the lowest is cost of buying leaves. (4) The factors influencing profit of fish cultivation are price of seed, dedak (mixture of rice and bran), pellet, fertilizer, and which are negative influencing. But the large of fishpond influencing positively to the profit. So, the suggest is to do extensive for this cultivation. (5) The value of R/C ratio in Singaparna lower than Sukaratu. The value of R/C ratio in average of both subdistrict is 3,24. The cultivation in Sukaratu more advantage than cultivation in Singaparna because of the WC ratio higher than Singaparna

Kata Kunci : Manajemen Agribisnis,Budidaya Ikan Gurami


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.