Laporkan Masalah

Media Dakwah Berpolitik (Analisis Wacana Kritis Rubrik Berita Politik Indonesia dalam Situs VOA-Islam.com Periode Bulan September 2015)

NOVIAN ANATA PUTRA, Budi Irawanto, M.A., Ph.D.

2016 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Tebaran informasi di dunia maya sering terdapat motif ideologi politik tertentu yang tersembunyi di balik informasi tersebut. Negeri di Timur Tengah telah merasakan dampaknya (Hofheinz, 2005; Faris, 2010; Khatib, 2004; El-Nawawy dan Khamis, 2010). Kebebasan pers yang ditawarkan era reformasi di Indonesia dan kebebasan bersuara dari media baru, membuat jumlah media dan situs berlatar agama berkembang cukup pesat. Kebebasan berpendapat dalam media online di Indonesia sudah tak lagi peduli apakah akan berdampak buruk bagi hubungan antar umat beragama atau tidak. Mengingat Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia, keberadaan situs berlatar Islam bisa jadi mampu mempengaruhi masyarakat. VOA-Islam menjadi salah satu situs berlatar Islam yang dalam visi-misinya mengklaim dirinya sebagai media dakwah. Dari banyak penelitian sebelumnya, belum ada yang mengaitkan situs media dakwah ini pada wacana politik, padahal situs ini mencapai puncak popularitasnya pada pesta politik (pemilu legislatif dan pilpres) tahun 2014. Untuk itu dalam penelitian ini, akan berusaha mengetahui wacana lain selain dakwah dalam rubrik "Berita Politik Indonesia" dalam situs VOA-Islam. Penelitian ini akan menggunakan analisis wacana kritis model VanDijk dalam melihat teks VOA-Islam yang dikemas menyerupai berita. Peneliti juga akan menggunakan definisi politik dari Chilton (2004) dan wacana politik oleh VanDijk (1998) untuk menentukan wacana media dakwah ini termasuk wacana poltik atau bukan. Dari hasil penelitian ini, wacana politik terlihat jelas dilihat dari pemetaan aktor yang bermain dalam situs ini dan tindakan politik yang terlihat dalam analisis mikro/teks. Teks dalam rubrik "Berita Politik Indonesia" menggambarkan usaha VOA-Islam dalam keterlibatannya merebut kekuasaan yang gagal diraih oleh KMP. Pernyataan yang disampaikan Wodak (2010) dan Luhmann (2000) atas perpaduan kode media memang benar-benar terjadi. VOA-Islam sebagai media dakwah menggunakan topeng media massa dalam hal ini pers/berita untuk memadukan antara wacana agama (budaya) dan politik.

Scattered information in cyberspace is often found certain hidden political ideology motive behind the information. Some countries in the middle east has felt the impact. The press freedom that offered by the reformation era in Indonesia and the freedom of the speech of the new media, make a number of media and religious background sites is developing rapidly. The press freedom in the online media in Indonesia have no longer cares whether it will have a bad impact for religious people relation or not. Considering Islam as the majority religion in Indonesia, the existence of the Islamic background sites may be able to influence the people. VOA-Islam become one of the islamic background sites that in the vision and mission claims itself as a dakwah media. From the previously research, no one has linking this dakwah media site on political discourse, even though this site reached the peak popularity in the political party (the legislative and presidential election) 2014. Therefore in this research, it will be trying to find out another discourse besides dakwah in the rubric "Berita Politik Indonesia" in the VOA-Islam site. This research will use critical discourse analysis model of VanDjik in viewing VOA-Islam text that are packaged like news. The researcher also will use politic definition from Chilton (2004) and political discourse by VanDjik (1998) to determine this Dakwah media discourse is included political discourse or not. From the result of the research, the political discourse is seen clearly that are seen from the mapping of the actors who are play in this site and political action which are seen in the micro/text analysis. The text in rubric "Berita Politik Indonesia" describe the VOA-Islam efforts in its involvement seize power that are failed to achieve by the KMP. The statement that are delivered by Wodak (2010) and Luhmann (2000) on a combination of media code is actually happening. VOA-Islam as a dakwah media use mass media mask in this case the press or the news to combines religious (cultural) and political discourse.

Kata Kunci : media dakwah, CDA, wacana politik, VOA-Islam

  1. S2-2016-372863-abstract.pdf  
  2. S2-2016-372863-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-372863-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-372863-title.pdf