Laporkan Masalah

PELAKSANAAN PROSES PEMBUATAN PERJANJIAN KREDIT ANGSURAN SISTEM FIDUSIA (KREASI) DI PERUM PEGADAIAN KCP. TALIWANG, SUMBAWA BARAT

HANANTO ADI, Prof. Dr. Ari Hernawan, S.H., M.Hum

2016 | Tesis | S2 Kenotariatan

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis penerapan prinsip kehati-hatian dalam pemberian Kredit Angsuran Sistim Fidusia (KREASI) serta mengetahui peran Notaris dalam proses pembuatan perjanjian Kredit Angsuran Sistim Fidusia (KREASI) di Perum Pegadaian KCP. Taliwang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris. Data diperoleh dari kepustakaan dan lapangan. Data diambil secara kualitatif dan hasil analisis disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan Penerapan prinsip kehati-hatian yang dilakukan oleh Perum Pegadaian KCP. Taliwang, Sumbawa Barat dalam proses Kredit Angsuran Sistim Fidusia (KREASI) menggunakan tiga parameter penting yaitu pertama, melihat dan menilai kelayakan calon debitur, kedua melihat dan menilai kelayakan usaha yang dimiliki calon debitur dan yang ketiga ialah menilai kelayakan jaminan yang digunakan sebagai agunan kredit. Peran Notaris dalam proses Kredit Angsuran Sistim Fidusia (KREASI) yaitu pada proses pembuatan Akta Jaminan Fidusia dan pendaftaran jaminan fidusia dengan menggunakan sistim online, namun pada Perum Pegadaian KCP. Taliwang terdapat aturan dalam internalnya bahwa untuk nilai pinjaman diatas Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) baru akan menggunakan jasa Notaris untuk membuatkan Akta Jaminan Fidusia dan Pendaftaran jaminan fidusia. Sehingga untuk nilai pinjaman kredit (KREASI) dibawah nilai tersebut maka perjanjian kredit dan Jaminan Fidusianya hanya dibuat dengan akta di bawah tangan dan di warmerken oleh Notaris dan tidak di daftarkan jaminan fidusianya tersebut.

The objective of this research was to identify and analyze implementation of prudential principle in providing fiduciary-based credit and to identify role of notary in credit contract making in Pegadaian branch of Taliwang. This was juridical empirical research. Data was obtained from library and field study. The data was obtained qualitatively and result of analysis is presented descriptively. The result indicates that implementation of prudential principle done by Pegadaian branch of Taliwang in West Sumbawa in providing fiduciary-based credit (KREASI) used three important parameters: (1) see and asses fusibility of debtor candidate, (2) see and asses business feasibility owned by debtor candidate and (3) asses feasibility of collateral used as credit collateral. Role of notary in fiduciary based credit is in making fiduciary collateral deed and registration of fiduciary collateral using online system. However, in Pegadaian Branch of Taliwang there is internal regulation that notary service is used only for credit above Rp 20,000,000 (twenty million rupiah) to make fiduciary collateral deed and fiduciary collateral registration. So the credit below the value is made usign unnotarial deed and recorded by notary and the fiduciary collateral is not registered.

Kata Kunci : Pegadaian, Perjanjian KREASI, Jaminan Fidusia

  1. S2-2016-357770-abstract.pdf  
  2. S2-2016-357770-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-357770-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-357770-title.pdf