STUDI KOMPARASI STRATEGI PENGGALANGAN DONASI KECIL OBAMA DAN JOKOWI
SAFIRIA FEBRIANI, Dr. Diah Kusumaningrum, M. A.
2016 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan InternasionalAbstrak Pada kegiatan pemilihan umum, kandidat memerlukan dana untuk membiayai kampanye. Di Amerika Serikat, kandidat dapat memperoleh dana kampanye dari dana yang disediakan oleh pemerintah dengan jumlah terbatas atau melalui penggalangan dana. Sedangkan di Indonesia, kandidat umumnya memperoleh dana dari partai dan perusahaan. Pada pemilu tahun 2008 di Amerika Serikat, Obama merupakan kandidat pertama yang menolak dana dari pemerintah saat general election. Ia dikenal sebagai kandidat yang berhasil menggalang donasi kecil pada pemilu tahun 2008 dan 2012. Sementara pada pemilu tahun 2014, untuk pertama kalinya di Indonesia, Jokowi melakukan penggalangan dana untuk memperoleh dana kampanye. Baik Obama maupun Jokowi selalu menekankan mengenai perolehan donasi kecilnya di depan publik meskipun keduanya juga masih menerima donasi besar. Penelitian ini membandingkan mengenai strategi penggalangan donasi kecil Obama dan Jokowi. Selanjutnya, penelitian ini akan memaparkan mengenai alasan Obama dan Jokowi yang memilih untuk melakukan penggalangan donasi kecil meskipun memerlukan donatur yang lebih banyak dan memakan waktu yang lama. Obama dan Jokowi menggalang donasi kecil untuk menunjukkan komitmen akan kebijakan pemerintahannya yang pro rakyat kecil dan menunjukkan jumlah dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, Obama dan Jokowi juga memanfaatkan momentum pemilu dengan kandidat yang memiliki citra berlawanan dengan kandidat lawan untuk memperoleh donasi kecil.
Abstract In a presidential election, candidates need funds to finance the campaign. In the United States of America, candidates can obtain campaign funds by public funds provided by the government with a limited amount or through fundraising. While in Indonesia, the candidate generally obtain funds from political parties and companies. In the U. S. election in 2008, Obama was the first candidate who refused public fund provided by the government in the general election. He is known as a candidate who succeed in small donor fundraising in the election of 2008 and 2012. While in the presidential election in 2014, for the first time in Indonesia, Jokowi obtained campaign funds by organizing fundraising activities. Both Obama and Jokowi emphasized about the amount of small donations raised in public even though both still received large donations. The study compared the strategy of raising small donations between Obama and Jokowi. Furthermore, this study will describe the reasons why Obama and Jokowi chose to raise small donations though it requires more donors and takes a long time. Obama and Jokowi raised small donations to show that their commitment that their government policies would prioritize the people and to show the amount of support from the people, Obama and Jokowi also utilized the presidential election with candidates who has polarizing images to obtain a large number of small donations.
Kata Kunci : donasi kecil, pemilu presiden, small donation, presidential election