EFEK SALIVA MANUSIA PADA FASE PROLIFERASI PENYEMBUHAN LUKA: Kajian In Vitro Pada Kemampuan Migrasi Fibroblas Normal Kulit Manusia
RENI FAJARWATI, Dr. dr. Y. Widodo Wirohadidjojo, Sp.KK(K).; Dr. dr. Niken Trisnowati, M.Sc, Sp.KK.
2016 | Tesis-Spesialis | SP ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMINPenyembuhan luka merupakan proses dinamik yang melibatkan empat fase, dimana pada fase proliferasi dan migrasi penyembuhan luka migrasi fibroblas memegang peranan yang penting. Faktor pertumbuhan merupakan salah satu faktor yang berperan pada penyembuhan luka. Aplikasi terapi kaya faktor pertumbuhan seperti platelet rich plasma (PRP) dan platelet rich fibrin (PRF)membutuhkan biaya yang mahal dan prosedur yang rumit. Saliva manusia sebagai substansi yang kaya faktor pertumbuhan diduga dapat berperan pada penyembuhan luka dengan aplikasi yang mudah dan biaya yang tidak mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh saliva manusia pada fase proliferasi penyembuhan luka menggunakan model fibroblas kulit normal. Fibroblas kulit normal manusia dibiakkan sampai turunan keenam dibagi menjadi tujuh kelompok, yakni kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang diberi saliva puasa 1 jam, 2 jam dan 6 jam, dengan konsentrasi masing-masing 25% & 50% saliva. Rerata migrasi fibroblas dinilai dengan esai goresan. Perbandingan rerata migrasi fibroblas dianalisis dengan uji Friedman dan post-hoc dengan uji Wilcoxon pada data-data yang tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian didapatkan peningkatan rerata persentase migrasi fibroblas yang bermakna secara statistik (p<0,05) pada semua kelompok yang mendapat perlakuan saliva puasa 1 jam, 2 jam dan 6 jam baik konsentrasi 25% maupun 50% jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Sebagai kesimpulan, saliva manusia merupakan sumber faktor pertumbuhan yang mampu mempercepat fase proliferasi penyembuhan luka dengan meningkatkan migrasi fibroblas.
Wound healing is a dynamic process involving four phases. In proliferation phase, fibroblast migration plays a critical role. Growth factor is one of factors that act in wound healing. The application of growth factor-rich therapy like platelet rich plasma (PRP) and platelet rich fibrin (PRF) is expensive and involves complicated procedures. Human saliva as growth factor-rich substance is expected to help wound healing with easier application and lower cost. This research is conducted to understand the effect of human saliva in proliferation phase of wound healing using normal skin fibroblast model. Normal human skin fibroblast was cultured up to its sixth derivate and divided into seven groups; control and treated groups. The later were treated with 1-hour, 2-hours, and 6-hours fasting saliva; each of 25% and 50% concentration. Mean of fibroblast migration was assessed with streak assay. The comparison was analyzed with Friedman test and post-hoc anaysis for data that were not distributed normally was conducted with Wilcoxon test. A statistically significant (p<0.05) mean increase of fibroblast migration persentage was found in all groups treated with 1-hour, 2-hours, and 6-hours fasting saliva, both in 25% and 50% concentration, compared to control group. Saliva is a source of growth factor that is capable of accelerating proliferation phase in wound healing by increasing fibroblast migration.
Kata Kunci : saliva, migrasi fibroblas, fibroblas kulit manusia, penyembuhan luka, saliva, fibroblast migration, human skin firoblast, wound healing