THE TRAINING PROGRAM INFLUENCE TOWARD ORGANIZATIONAL COMMITMENT IN DIRECTORATE GENERAL OF TAXES REPUBLIC OF INDONESIA
ANDI BUDHI AKBAR W., T. Hani Handoko, MBA., Ph.D
2016 | Tesis | S2 ManajemenAda beberapa keuntungan yang akan diperoleh organisasi dengan memiliki karyawan dengan tingkat komitmen organisasional yang tinggi, yaitu: menigkatkan produktivitas dan kepuasan kerja, menigkatkan performa karyawan, dan mengurangi tingkat perputaran karyawan. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk meneliti langkah-langkah yang diambil organisasi untuk mempengaruhi tingkat komitmen karyawan pada organisasi. Pelatihan adalah salah satu dari beberapa faktor yang ditemukan dapat mempengaruhi tingkat komitmen organisational (afektif dan normatif), dimana hal ini akan menjadi fokus penelitian ini. Secara khusus beberapa literatur telah mengidentifikasi beberapa aspek dari pelatihan yang mampu untuk meningkatkan level komitmen karyawan, penelitian ini akan menguji empat dari beberapa faktor tersebut, yaitu: motivasi mengikuti pelatihan, akses mengikuti pelatihan, keuntungan yang diperoleh dengan mengikuti pelatihan, dan dukungan untuk mengikuti pelatihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan antara pelatihan dengan tingkat komitmen organisasional pada organisasi publik, khususnya pada Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia. Target penelitian ini adalah karyawan yang bertugas di daerah Jakarta dengan total 173 responden yang berpartisipasi pada penelitian ini. Analisa regresi berganda akan digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan uji satu arah ANOVA akan digunakan untuk menguji hubungan antara karateristik demografi responden terhadap komitmen organisasional. Temuan pada penelitian ini mengkonfirmasi hasil dari penelitian sebelumnya, yang menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara pelatihan dengan komitment organisasional. Namun, dari empat faktor pelatihan hanya faktor keuntungan yang diperoleh dengan mengikuti pelatihan yang secara statistik memiliki hubungan yang signifikan terhadap komitmen normative dan faktor dukungan untuk mengikuti pelatihan memiliki hubungan yang signifikan secara statistik terhadap komitmen afektif dan normatif.
High levels of employee organizational commitment imply several benefits for an organization, namely: increased productivity and job satisfaction, enhanced employee performance, and low the turnover rate. In light of this, a wealth of research studies examines how organizations can influence the degree of employee commitment. Among the factors identified as antecedents of the two types of organizational commitment (affective and normative) is employee training, which is the focus of the present study. In particular, the literature highlights several aspects of employee training as fostering organizational commitment, with four of these examined in the present study (motivation for training, access to training, perceived benefits from training program, and support for organizational training). This studys research objective is to analyze the relationship between training and organizational commitment in the public sector, through the example of one organization in particular, the Directorate General of Taxes of the Republic of Indonesia. Employees located in the Jakarta region are selected as the target group of this research and 173 respondents participated in this study. Multiple regressions analysis used in order to examine the main research question, and a one way ANOVA test is implemented in order to explore the effect of the respondents demographic characteristics with the organizational commitment. Findings in this study confirm the previous studies results, supporting a positive relationship between training and organizational commitment. Nevertheless, out of four training dimensions employed in this study, only one (benefits from training) has a statistically significant relationship with normative commitment; and just two (support for training and benefits from training) have a statistically significant positive relationship with both affective and normative commitment.
Kata Kunci : komitmen organisasional, komitmen afektif, komitmen normatif, pelatihan